Jumat, 04 JULI 2025 • 12:04 WIB

Acara Joget di Gumanano Buton Tengah Berujung Penikaman, Tiga Pengunjung Luka

Author

Penikaman terjadi di Desa Gumanano, Buton Tengah saat acara joget (dok. Polres Buteng) (Mufida)

SULTRA – Suasana hiburan di panggung joget Desa Gumanano, Kecamatan Mawasangka, sempat riuh dengan alunan musik dan tawa pengunjung. Namun, rasa nyaman berubah mencekam pada Kamis dini hari sekitar pukul 02.40 WITA ketika seorang pria mencabut badik dan melukai tiga orang setelah ditegur karena suara knalpot motor yang berisik.

Baca juga: Geger! Kerangka Manusia Tanpa Identitas Ditemukan oleh Polres Buton Tengah

Menurut keterangan polisi, pelaku berinisial LK merasa tersinggung setelah ditegur oleh korban LA atas kebisingan knalpot motor di tengah keramaian karena acara joget. LK turun dari motor, mengeluarkan badik dari pinggang, dan menikam korban pertama. Aksi spontan ini juga menyebabkan dua pengunjung lainnya ikut terluka oleh sabetan badik.

Setelah kejadian, LK sempat berteriak memperingatkan massa agar menjauh karena ia masih membawa senjata tajam. Namun, warga yang emosi langsung mengepung dan menghajar LK hingga babak belur di lokasi. Wajah dan kepala pelaku mengalami luka serius akibat pengepungan tersebut.

Unit Polsek Mawasangka dan Satreskrim Polres Buton Tengah segera tiba di tempat kejadian. Mereka menemukan acara joget tersebut digelar tanpa izin keramaian resmi. Petugas mengevakuasi korban LA ke Puskesmas Desa Wakambangura dan merujuk pelaku LK untuk perawatan sekaligus pengamanan dilakukan oleh pihak kepolisian.

Baca juga: Nelayan Asal Waelumu Wakatobi Hilang Saat Melaut, Basarnas Wakatobi Lakukan Pencarian

Insiden ini menyoroti bahayanya membawa senjata ke dalam acara sosial. Kepolisian menekankan pentingnya memastikan acara publik memperoleh izin resmi dan tetap aman. Masyarakat juga diharapkan melapor cepat bila ada indikasi konflik agar tidak berkembang menjadi kekerasan.

Peristiwa penikaman di Desa Gumanano membuktikan bahwa konflik kecil, seperti teguran sederhana, bisa merembet menjadi kekerasan serius jika diikuti kelompok emosi dan akses terhadap senjata tajam. Polisi kini tengah mendalami motif, memproses hukum pelaku, dan mengimbau agar masyarakat bersama-sama menjaga kondusifitas di setiap acara lokal.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Instagram/humas.polresbuteng

Author

Mufida

Editor
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU