SULTRA - Guncangan gempa berkekuatan 6,0 magnitudo yang menggoyang Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, masih menyisakan trauma mendalam bagi warga, terutama mereka yang tinggal di desa-desa dekat pusat gempa seperti Tokilo, Tindoli, Tolambo, dan Bancea. Sejak kejadian, banyak dari mereka memilih untuk bermalam di luar rumah, merasa belum aman untuk kembali.
Hingga malam ini, telah terjadi 16 kali gempa susulan yang cukup terasa, memperkuat kekhawatiran warga. Beberapa di antaranya bahkan memilih mengungsi ke tempat terbuka demi keselamatan.
Gempa utama sebelumnya mengakibatkan kerusakan pada satu rumah di Bancea dan merusak ringan sebuah pertokoan Alfa Midi di Tentena. Kepanikan juga sempat melanda rumah sakit di Tentena dan Poso, ketika pasien dan staf medis berhamburan keluar saat gempa mengguncang.
Fenomena ini kembali mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi gempa megathrust—gempa besar yang terjadi di zona subduksi, tempat pertemuan lempeng-lempeng tektonik utama dunia. Indonesia, yang berada di atas pertemuan Lempeng Indo-Australia, Eurasia, dan Pasifik, berada di wilayah rawan megathrust.
Baca juga: Harapan ke Tanah Suci Pupus, Travel Smarthajj Diduga Tipu Jemaah Rp4,1 Miliar
Meski megathrust tak bisa dicegah, pemahaman yang baik dan kesiapsiagaan masyarakat dapat mengurangi dampak buruk yang mungkin terjadi. Mitigasi risiko bukan hanya tugas satu pihak, melainkan tanggung jawab bersama untuk melindungi keselamatan seluruh lapisan masyarakat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: SAR Palu