Ilustrasi jalan rusak (Freepik) (Mufida)
SULTRA - Seruan perbaikan infrastruktur bergema lantang dari halaman Kantor Wali Kota hingga Gedung DPRD Baubau. Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Mahasiswa Banteng Muda Sulawesi Tenggara (MBM Sultra) menggelar aksi demonstrasi untuk mendesak perhatian serius atas kerusakan jalan di Kelurahan Kalia-lia dan Kantalai, Kecamatan Lea-Lea.
Asar Buton, koordinator aksi, menggambarkan kondisi jalan yang memprihatinkan: berlubang, rusak berat, dan berubah menjadi kubangan saat musim hujan. “Ini bukan sekadar jalan rusak, tapi sudah menjadi ancaman nyata bagi keselamatan warga, mulai dari anak sekolah hingga lansia. Aktivitas warga terganggu di semua lini—ekonomi, pendidikan, hingga kesehatan,” tegasnya.
Baca juga: 130 Titik Lampu Jalan Siap Terangi Inner Ring Road Kendari, Target Rampung September
Dalam audiensi di Kantor Wali Kota, La Ode Maaruf, Kepala Bagian Umum yang mewakili Wali Kota Baubau, menanggapi dengan membuka pintu pengajuan ulang. “Usulan perbaikan silakan diajukan kembali secara resmi melalui lembaga, agar bisa dianggarkan di tahun berikutnya,” ujarnya.
Respons juga datang dari Ketua DPRD Kota Baubau, Ardin Jufri, didampingi Wakil Ketua I, Natas Aryu Prawira Tamim. Ia mengungkapkan bahwa perbaikan jalan di sejumlah titik memang telah diperjuangkan, namun keterbatasan anggaran membuat pelaksanaannya harus bertahap. “Kalia-lia akan menjadi prioritas selanjutnya setelah Kolese dan Lowu-Lowu. Kita upayakan secepatnya,” janji Ardin.
Baca juga: Industri Aspal Buton Resmi Masuk Proyek Strategis Nasional, Ribuan Lapangan Kerja Menanti
Dalam tuntutannya, massa aksi menyampaikan tiga poin utama:
Dengan suara lantang dan semangat solidaritas, para mahasiswa berharap langkah mereka bisa membuka mata dan telinga pemerintah terhadap jeritan warga di daerah pinggiran yang selama ini luput dari perhatian.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Pemkot Bau-bau