SULTRA - Landmark di Bau-Bau sangat khas akan jejak sejarah panjang Kesultanan Buton, budaya maritim, hingga perkembangan modern Kota Bau-Bau di Sulawesi Tenggara. Ada benteng terluas di dunia, kawasan waterfront yang ramai saat sore hari, hingga patung dan taman kota yang sering dijadikan spot nongkrong anak muda, deretan ikon ini menjadi wajah utama Bau-Bau di mata wisatawan.
Daftar Landmark Ikonik Kebanggaan Bau-Bau yang Wajib Dikunjungi
Benteng Keraton Buton, Ikon Sejarah yang Mendunia
Jika berbicara landmark paling terkenal di Bau-Bau, maka Benteng Keraton Buton berada di urutan teratas. Benteng ini dikenal sebagai salah satu benteng terluas di dunia dan menjadi simbol kejayaan Kesultanan Buton pada masa lampau. Bangunan batu kapur yang mengelilingi kawasan keraton menghadirkan nuansa sejarah yang masih terasa kuat hingga sekarang.
Di dalam kawasan benteng, wisatawan dapat melihat langsun Masjid tua Kesultanan Buton, batu pelantikan sultan, rumah adat Malige
dan meriam peninggalan kerajaan. Dari area benteng, pengunjung juga bisa menikmati panorama Kota Bau-Bau dan laut lepas dari ketinggian.
Baca juga: Daftar Landmark Ikonik di Kendari yang Wajib Dikunjungi Wisatawan!
Patung Naga di Pantai Kamali
Patung naga di kawasan Pantai Kamali menjadi landmark modern yang cukup populer di Bau-Bau. Ikon ini berdiri di area waterfront dan sering dijadikan titik berkumpul masyarakat saat sore hingga malam hari. Pantai Kamali sendiri dikenal sebagai ruang publik favorit warga karena memiliki:
- Area pedestrian
- Tempat duduk santai
- Pusat jajanan malam
- Pemandangan laut terbuka
Saat malam hari, lampu di sekitar kawasan membuat suasana semakin hidup dan cocok untuk wisata santai keluarga maupun anak muda.
Istana Malige Kesultanan Buton
Landmark berikutnya adalah Istana Malige yang merupakan rumah adat kebesaran Kesultanan Buton. Bangunan kayu bertingkat ini memiliki arsitektur tradisional khas Buton tanpa menggunakan paku pada beberapa bagian konstruksinya.
Istana ini menjadi salah satu lokasi favorit wisata edukasi budaya karena memperlihatkan bagaimana sistem pemerintahan dan kehidupan bangsawan Buton pada masa lalu.
Selain itu, detail ukiran dan struktur bangunannya juga sering menarik perhatian wisatawan yang tertarik pada fotografi arsitektur tradisional.
Baca juga: Mau Main Tenis? Ini Daftar Lapangan Tenis di Bau-Bau yang Bisa Dipakai Latihan hingga Sparing
Pantai Kamali dan Tulisan Ikonik Bau-Bau
Selain patung naga, kawasan Pantai Kamali juga memiliki tulisan landmark “BAU-BAU” yang sering dijadikan latar foto wisatawan. Konsep waterfront city membuat area ini menjadi salah satu wajah modern kota yang paling mudah dikenali.
Waktu terbaik datang adalah menjelang sunset karena langit sore di kawasan teluk sering terlihat dramatis, terutama saat cuaca cerah.
Kisah dan Sejarah Singkat di Balik Landmark Utama Bau-Bau
Sebagian besar landmark di Bau-Bau berkaitan erat dengan sejarah Kesultanan Buton yang pernah menjadi salah satu kerajaan besar di kawasan timur Indonesia.
Kesultanan Buton memiliki sistem pemerintahan, pertahanan, dan budaya maritim yang cukup maju pada zamannya. Benteng Keraton Buton dibangun sebagai pusat pertahanan kerajaan sekaligus simbol kekuatan politik dan perdagangan.
Perpaduan sejarah dan modernisasi inilah yang membuat karakter Kota Bau-Bau terasa berbeda dibanding kota lain di Sulawesi Tenggara.
Rekomendasi Spot Foto Paling Estetik di Sekitar Landmark
Bagi wisatawan yang ingin berburu foto, beberapa spot terbaik di Bau-Bau antara lain:
Area Atas Benteng Keraton Buton
Lokasi ini menawarkan panorama kota dari ketinggian dengan latar laut dan perbukitan.
Pantai Kamali Saat Sunset
Cahaya senja menjadi waktu favorit pengunjung untuk mengambil foto waterfront dan landmark kota.
Istana Malige
Detail arsitektur tradisional kayu menjadi spot menarik untuk fotografi budaya dan heritage.
Tulisan Ikonik BAU-BAU
Biasanya ramai dikunjungi wisatawan pada malam hari karena pencahayaan lebih menarik.
Lokasi, Rute, dan Harga Tiket Masuk
Mayoritas landmark di Bau-Bau cukup mudah dijangkau dari pusat kota.
Benteng Keraton Buton berlokasi di Kecamatan Murhum dan bisa diakses sekitar 15-20 menit dari pusat kota. Harga tiket untuk pelajar adalah Rp10.000, umum Rp20.000, dan wisatawan mancanegara Rp50.000. Di dalam Benteng Keraton Buton, sudah termasuk tiket untuk masuk ke Istana Malige juga.
Pantai Kamali bisa didatangi dengan sangat mudah menggunakan kendaraan umum maupun pribadi serta tidak dipungut biaya untuk masuk.
Landmark di Bau-Bau bukan sekadar objek wisata biasa. Deretan ikon ini menjadi representasi sejarah panjang, budaya lokal, dan perkembangan kota pesisir yang terus tumbuh di Sulawesi Tenggara
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Google Maps