Ilustrasi taman kota. (Freepik/freestockcenter) (Mufida)
SULTRA - Landmark Kendari menjadi bagian penting yang membentuk identitas Kota Lulo di mata wisatawan maupun warga lokal. Mulai dari bangunan religius, jembatan megah, hingga kawasan ruang terbuka publik, sejumlah ikon kota ini kerap menjadi lokasi favorit untuk bersantai, berburu foto, hingga menikmati panorama Teluk Kendari. Tidak hanya berfungsi sebagai penanda kota, landmark-landmark tersebut juga menyimpan nilai sejarah, budaya, dan perkembangan modernisasi ibu kota Sulawesi Tenggara.
Baca juga: Bukan Sekadar Hiasan Kota, Ini Tugu Ikonik di Kendari dan Makna di Baliknya
Salah satu landmark paling populer di Kendari adalah kawasan Tugu MTQ yang berada di pusat kota. Bangunan ini menjadi simbol religius sekaligus titik kumpul masyarakat, terutama saat sore hingga malam hari. Kawasan sekitarnya ramai digunakan untuk jogging, nongkrong santai, hingga wisata kuliner kaki lima.
Saat malam tiba, pencahayaan lampu di sekitar Tugu MTQ membuat area ini terlihat lebih hidup dan estetik. Tidak heran jika lokasi ini hampir selalu masuk dalam daftar kunjungan wisatawan yang baru pertama kali datang ke Kendari.
Jika berbicara tentang wajah modern Kota Kendari, maka Jembatan Teluk Kendari menjadi salah satu simbol pembangunan paling menonjol. Jembatan berwarna merah ini membentang di atas Teluk Kendari dan menghubungkan kawasan Kota Lama dengan area Poasia.
Selain menjadi jalur transportasi penting, jembatan ini juga menjadi spot favorit menikmati sunset. Banyak warga datang pada sore hari hanya untuk menikmati angin laut sambil melihat kapal-kapal kecil melintas di bawah jembatan.
Pada malam hari, lampu jembatan menciptakan pemandangan city lights yang cukup ikonik dan sering muncul dalam konten media sosial wisata Kendari.
Baca juga: Masjid Terbesar di Kendari Ini Berdiri di Atas Laut, Bukan Sekadar Ikon tapi Pusat Aktivitas Umat
Masjid Al Alam merupakan salah satu landmark religius paling terkenal di Sulawesi Tenggara. Masjid ini dibangun di atas kawasan pesisir Teluk Kendari sehingga tampak seperti terapung ketika air laut pasang.
Arsitekturnya memadukan nuansa modern dengan sentuhan Timur Tengah. Selain digunakan sebagai tempat ibadah, kawasan sekitar masjid juga ramai dikunjungi wisatawan yang ingin menikmati pemandangan laut terbuka. Waktu terbaik berkunjung adalah menjelang matahari terbenam karena pantulan cahaya senja di sekitar masjid menciptakan suasana yang sangat fotogenik.
Kendari juga memiliki beberapa ruang terbuka publik yang mulai berkembang menjadi landmark perkotaan baru. Salah satunya kawasan Kali Kadia yang kini lebih tertata dan sering digunakan masyarakat untuk olahraga ringan maupun bersantai.
Di beberapa titik, pemerintah juga menambahkan pencahayaan dekoratif dan area duduk sehingga suasana malam terasa lebih nyaman. Tempat seperti ini menjadi penting bagi kota berkembang karena warga urban ternyata tetap membutuhkan ruang untuk berjalan santai tanpa harus masuk mal setiap hari.
Bundaran Tank menjadi salah satu landmark lama yang cukup dikenal masyarakat Kendari. Lokasinya strategis dan sering dijadikan titik penanda arah menuju beberapa kawasan utama kota.
Meski sederhana, keberadaan landmark seperti ini tetap punya nilai historis karena menjadi bagian dari perkembangan wajah Kota Kendari dari masa ke masa.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Riset Penulis