SULTRA - Sebagai penutup tahun, Desa Kondongia di Kabupaten Muna bersiap menghadirkan sebuah agenda pariwisata besar yang dinamai Wakila Festival. Acara ini akan digelar pada 21 sampai 31 Desember 2025 sebagai langkah strategis memperkenalkan Puncak Wakila dan membuka peluang ekonomi baru bagi warga setempat. Festival ini dirancang bukan hanya sebagai hiburan, tetapi juga sebagai ruang promosi potensi alam dan kreativitas masyarakat melalui pameran UMKM, pertunjukan seni, serta berbagai aktivitas budaya.
Gagasan penyelenggaraan festival lahir dari upaya pemerintah desa memperlakukan potensi wisata secara lebih terencana. Kepala Desa Kondongia, Laode Rahmapo, menjelaskan bahwa pengembangan pariwisata perlu didukung oleh konsep yang mampu menggugah minat pengunjung, dan festival adalah format yang paling relevan untuk saat ini. Menurutnya, mengenalkan Puncak Wakila tidak cukup hanya melalui promosi, tetapi harus melalui aktivitas yang langsung melibatkan masyarakat.
Baca juga: Festival Perempuan Bajo 2025: Merayakan Tradisi, Laut, dan Kehidupan di Desa Mola Nelayan Bhakti
Rahmapo menilai festival menjadi cara efektif membangun citra Puncak Wakila sebagai tujuan wisata baru. Melalui pendekatan ini, desa berharap mampu meningkatkan arus kunjungan, sehingga pendapatan warga yang terlibat di sektor jasa dan UMKM juga ikut tumbuh. Ia menegaskan bahwa identitas Wakila sebagai destinasi wisata di Kabupaten Muna harus diperkuat melalui kegiatan rutin yang memiliki nilai ekonomi dan budaya.
Selain mendongkrak pariwisata, festival ini disiapkan sebagai ruang kolaborasi. Pemerintah desa ingin UMKM, komunitas kreatif, pemerhati lingkungan, dan kelompok seni bekerja dalam satu ekosistem. Dengan berkumpulnya berbagai pelaku ini, Rahmapo berharap percepatan pengembangan desa bisa terjadi lebih cepat dari sebelumnya.
Baca juga: Festival Pantai Nambo 2025 Akan Digelar Akhir Bulan! Apa Saja Kegiatannya?
Desa Kondongia sendiri tengah diarahkan menjadi kawasan agrowisata. Dukungan bentang alam yang masih alami, budaya pertanian yang tetap terjaga, serta keterlibatan masyarakat menjadi modal utama untuk menghadirkan wisata edukasi berbasis lingkungan. Festival di penghujung tahun ini diharapkan menjadi pintu masuk bagi publik untuk mengenal lebih dekat potensi tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Pemkab Muna