SULTRA - Ketika bencana datang, waktu untuk berpikir sering kali terlalu singkat. Karena itu, kesiapsiagaan menjadi kunci utama untuk bertahan hidup, terutama bagi warga yang tinggal di daerah rawan banjir, gempa, atau longsor seperti di sebagian besar wilayah Sulawesi Tenggara (Sultra).
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sultra bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengingatkan masyarakat agar menyiapkan peralatan siaga bencana di rumah sebelum musim hujan dan cuaca ekstrem tiba.
Baca juga: Ini Panduan Hadapi Banjir dan Longsor Saat Cuaca Ekstrem di Sultra
Menurut BNPB, perlengkapan dasar tanggap darurat seharusnya sudah tersedia bahkan dalam kondisi normal, karena bencana sering datang tanpa peringatan.
1. Tas Siaga Darurat (Go-Bag)
BPBD menyarankan setiap rumah memiliki “Tas Siaga Darurat” berisi kebutuhan pokok untuk bertahan minimal 3 hari. Isi tas tersebut antara lain:
- Dokumen penting (KTP, KK, akta kelahiran, ijazah, buku tabungan) dalam wadah tahan air.
- Uang tunai secukupnya.
- Senter dan baterai cadangan.
- Power bank dan alat komunikasi sederhana.
- Radio portable untuk memantau informasi resmi.
- Obat-obatan pribadi dan P3K.
- Makanan siap saji dan air mineral.
- Masker dan perlengkapan kebersihan.
Kepala BPBD Sultra, Muhammad Yusuf, mengatakan banyak korban bencana kesulitan bertahan bukan karena kurang bantuan, tetapi karena tidak siap secara mandiri saat bencana pertama kali terjadi.
2. Alat Darurat Rumah Tangga
Selain tas siaga, warga disarankan memeriksa peralatan rumah tangga yang bisa menunjang keselamatan saat listrik padam atau akses jalan terputus. Beberapa di antaranya meliputi:
- Kompor portable atau peralatan masak sederhana.
- Gergaji lipat, tali tambang, dan peluit untuk sinyal bantuan.
- Peta wilayah dan senter kepala (headlamp).
- Jas hujan, selimut, dan pakaian hangat.
BNPB menekankan pentingnya menempatkan peralatan ini di tempat yang mudah dijangkau semua anggota keluarga, bukan disimpan terlalu dalam di lemari.
Baca juga: Sultra Siaga! Gubernur Ingatkan Kesiapsiagaan Nyata Terhadap Bencana
3. Peralatan untuk Anak dan Lansia
Dalam situasi darurat, kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia membutuhkan perlengkapan khusus.
Misalnya susu formula, popok, mainan kecil untuk menenangkan anak, kacamata cadangan, alat bantu jalan, hingga obat harian bagi lansia.
4. Catat Kontak Darurat dan Titik Evakuasi
BPBD meminta warga mencatat nomor darurat penting seperti posko kebencanaan, polisi, rumah sakit, dan nomor keluarga terdekat di luar kota. Selain itu, warga juga harus mengenal lokasi titik evakuasi terdekat di lingkungan tempat tinggalnya.
5. Simulasi dan Edukasi Keluarga
Persiapan alat tanpa edukasi akan sia-sia. Oleh karena itu, BPBD Sultra mendorong agar setiap keluarga melakukan simulasi evakuasi mandiri minimal dua kali dalam setahun. Latihan ini mencakup langkah sederhana: bagaimana mematikan listrik, mengunci tabung gas, serta keluar rumah melalui jalur aman.
Dengan langkah sederhana seperti menyiapkan tas siaga dan mengedukasi keluarga, potensi korban dan kerugian akibat bencana dapat ditekan secara signifikan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: BPBD Sultra