Jumat, 08 AGUSTUS 2025 • 09:48 WIB

Pemerintah Pertimbangkan Blokir Roblox Jika Terbukti Beri Dampak Negatif pada Anak

Author

Game Roblox yang sedang populer di Indonesia kemungkinan akan diblokir. (Dok. Roblox) (Mufida)

SULTRA - Istana Negara melalui Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menanggapi maraknya perbincangan publik soal popularitas game Roblox di Indonesia. Dalam keterangannya, Prasetyo membuka kemungkinan pemerintah memblokir permainan tersebut apabila ditemukan unsur kekerasan dan pengaruh buruk terhadap perilaku generasi muda.

Langkah ini diungkapkan setelah Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menyampaikan larangan bagi anak-anak, khususnya siswa sekolah dasar, untuk bermain Roblox. Abdul Mu’ti menilai gim tersebut mengandung banyak elemen kekerasan yang dikhawatirkan akan ditiru oleh anak dalam kehidupan nyata.

Baca juga: Polresta Kendari Bagikan Bendera Merah Putih Sambut HUT RI ke-80

Prasetyo menjelaskan bahwa pemerintah akan melakukan kajian mendalam sebelum memutuskan langkah pemblokiran. Ia menegaskan, jika konten dalam Roblox sudah melewati batas kewajaran dan terbukti memengaruhi perilaku anak-anak Indonesia, maka pemerintah tidak akan ragu untuk menutup akses permainan itu.

“Kalau kita merasa sudah melewati batas, apa yang ditampilkan mempengaruhi perilaku adik-adik kita, tidak menutup kemungkinan untuk diblokir. Kita ingin melindungi generasi muda. Kalau ada unsur kekerasan, ya kita tutup, tidak ada masalah,” ujar Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (5/8/2025).

Baca juga: Tahapan Seleksi Penari Sajo Moane untuk HUT RI ke-80 di Istana Negara Telah Rampung

Ia menambahkan, perhatian pemerintah tidak hanya tertuju pada Roblox, melainkan juga pada seluruh bentuk konten hiburan, baik yang disiarkan di televisi maupun media digital. Menurutnya, evaluasi rutin dilakukan oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) terhadap siaran televisi, media sosial, dan berbagai gim daring untuk memastikan tidak ada konten yang mendorong perilaku menyimpang.

“Kita harus benar-benar mengurangi hal-hal yang dapat menumbuhkan pengaruh buruk bagi yang menonton, terutama bagi generasi muda,” tegasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Kemendikdasmen

Author

Mufida

Editor
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU