Patung Naga, salah satu landmark kota Bau-bau. (Youtube) (Mufida)
SULTRA - Landmark di Bau-Bau sangat khas akan jejak sejarah panjang Kesultanan Buton, budaya maritim, hingga perkembangan modern Kota Bau-Bau di Sulawesi Tenggara. Ada benteng terluas di dunia, kawasan waterfront yang ramai saat sore hari, hingga patung dan taman kota yang sering dijadikan spot nongkrong anak muda, deretan ikon ini menjadi wajah utama Bau-Bau di mata wisatawan.
Jika berbicara landmark paling terkenal di Bau-Bau, maka Benteng Keraton Buton berada di urutan teratas. Benteng ini dikenal sebagai salah satu benteng terluas di dunia dan menjadi simbol kejayaan Kesultanan Buton pada masa lampau. Bangunan batu kapur yang mengelilingi kawasan keraton menghadirkan nuansa sejarah yang masih terasa kuat hingga sekarang.
Di dalam kawasan benteng, wisatawan dapat melihat langsun Masjid tua Kesultanan Buton, batu pelantikan sultan, rumah adat Malige
dan meriam peninggalan kerajaan. Dari area benteng, pengunjung juga bisa menikmati panorama Kota Bau-Bau dan laut lepas dari ketinggian.
Baca juga: Daftar Landmark Ikonik di Kendari yang Wajib Dikunjungi Wisatawan!
Patung naga di kawasan Pantai Kamali menjadi landmark modern yang cukup populer di Bau-Bau. Ikon ini berdiri di area waterfront dan sering dijadikan titik berkumpul masyarakat saat sore hingga malam hari. Pantai Kamali sendiri dikenal sebagai ruang publik favorit warga karena memiliki:
Saat malam hari, lampu di sekitar kawasan membuat suasana semakin hidup dan cocok untuk wisata santai keluarga maupun anak muda.
Landmark berikutnya adalah Istana Malige yang merupakan rumah adat kebesaran Kesultanan Buton. Bangunan kayu bertingkat ini memiliki arsitektur tradisional khas Buton tanpa menggunakan paku pada beberapa bagian konstruksinya.
Istana ini menjadi salah satu lokasi favorit wisata edukasi budaya karena memperlihatkan bagaimana sistem pemerintahan dan kehidupan bangsawan Buton pada masa lalu.
Selain itu, detail ukiran dan struktur bangunannya juga sering menarik perhatian wisatawan yang tertarik pada fotografi arsitektur tradisional.
Baca juga: Mau Main Tenis? Ini Daftar Lapangan Tenis di Bau-Bau yang Bisa Dipakai Latihan hingga Sparing
Selain patung naga, kawasan Pantai Kamali juga memiliki tulisan landmark “BAU-BAU” yang sering dijadikan latar foto wisatawan. Konsep waterfront city membuat area ini menjadi salah satu wajah modern kota yang paling mudah dikenali.
Waktu terbaik datang adalah menjelang sunset karena langit sore di kawasan teluk sering terlihat dramatis, terutama saat cuaca cerah.
Kisah dan Sejarah Singkat di Balik Landmark Utama Bau-Bau
Sebagian besar landmark di Bau-Bau berkaitan erat dengan sejarah Kesultanan Buton yang pernah menjadi salah satu kerajaan besar di kawasan timur Indonesia.
Kesultanan Buton memiliki sistem pemerintahan, pertahanan, dan budaya maritim yang cukup maju pada zamannya. Benteng Keraton Buton dibangun sebagai pusat pertahanan kerajaan sekaligus simbol kekuatan politik dan perdagangan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Google Maps