Ilustrasi seserahan pernikahan. (Freepik/KamranAydinov) (Mufida)
SULTRA - Dalam tradisi pernikahan di Indonesia, istilah perbedaan seserahan dan hantaran sering kali membingungkan calon pengantin. Banyak yang menganggap keduanya sama, padahal memiliki makna, fungsi, dan waktu penyerahan yang berbeda. Kesalahan memahami hal ini tidak hanya berdampak pada teknis acara, tetapi juga bisa menimbulkan salah persepsi antar keluarga.
Baca juga: Daftar Tanggal Merah Bulan Mei yang Bisa Jadi Long Weekend
Seserahan
Pemberian dari pihak laki-laki kepada perempuan sebagai simbol kesiapan menafkahi dan tanggung jawab dalam pernikahan.
Hantaran
Bingkisan atau buah tangan yang bisa diberikan oleh kedua belah pihak sebagai bentuk penghormatan dan silaturahmi antar keluarga.
Mahar (Mas Kawin)
Syarat wajib dalam akad nikah menurut Islam, yang diberikan langsung kepada mempelai perempuan.
Kalau disederhanakan:
Mahar bersifat wajib, seserahan bermakna sebagai simbol tanggung jawab, sedangkan hantaran merupakan pelengkap budaya dan relasi sosial.
Meski sering disamakan, ada beberapa perbedaan utama:
Seserahan adalah simbol kesiapan pria dalam membina rumah tangga. Hantaran sebagai bentuk penghormatan dan tradisi antar keluarga.
Seserahan umumnya dari pihak laki-laki ke perempuan, sedangkan hantaran bisa dua arah, tergantung adat.
Seserahan lebih personal dan bermakna tanggung jawab. Hantaran bermkana lebih sosial dan simbolis.
Baca juga: Urutan Lengkap Susunan Acara Pernikahan Adat Tolaki di Kendari dari Awal hingga Akhir
Perbedaan isi seserahan terletak pada saat acara, misal saat lamaran maupun akad.
Saat Lamaran, isi seserahan biasanya berupa
Saat Akad Nikah:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Riset Penulis