Ilustrasi bangunan peninggalan kolonial. (Freepik/topntp26) (Mufida)
SULTRA - Banyak kota di Indonesia yang memiliki bangunan peninggalan kolonial dan akhirnya menjadi bangunan tua terbengkalai. Bangunan tua sering kali identik dengan kesan angker dan terbengkalai. Padahal, jika dilihat lebih dekat, justru di sanalah tersimpan nilai sejarah dan keindahan arsitektur yang tidak bisa digantikan oleh bangunan modern.
Fenomena ini juga terlihat di Sulawesi Tenggara, khususnya melalui bangunan peninggalan kolonial di Kendari yang terkadang dijadikan sebagai potensi wisata heritage. Dari gaya arsitektur khas hingga nilai historisnya, gedung-gedung ini sebenarnya punya daya tarik visual yang kuat dan layak dijadikan destinasi eksplorasi kota.
Bangunan kolonial umumnya mengusung gaya arsitektur Indische atau perpaduan Eropa dengan adaptasi iklim tropis. Ciri khas bangunannya seperti plafon tinggi untuk sirkulasi udara, jendela besar dan lebar, serta ruangan yang terasnya luas dengan pilar kokoh. Dapat dilihat juga bahwa material bangunannya tebal dan tahan lama.
Secara visual, bangunan seperti ini dinilai estetik, terutama jika dipotret dengan pendekatan fotografi modern.
Meski tidak sebanyak kota besar lain seperti Makassar atau Surabaya, Kendari tetap memiliki beberapa titik bangunan bersejarah yang masih bisa ditemukan.
Area ini menyimpan jejak aktivitas perdagangan di masa kolonial. Beberapa bangunan tua di sekitarnya masih berdiri, meski sebagian sudah mengalami perubahan fungsi.
Di beberapa sudut kota, terutama di area Kota Lama, masih ditemukan bangunan bergaya kolonial yang kini digunakan sebagai ruko, atau bahkan dibiarkan kosong. Ada kesan raw, historis, dan autentik dari bangunan-bangunan tersebut.
Sayangnya, tidak semua bangunan kolonial di Kendari mendapatkan perawatan optimal. Beberapa mengalami alih fungsi, sementara yang lain masih menunggu perhatian. Berbeda dengan kota besar yang sudah menjadikan bangunan kolonial sebagai kafe atau galeri seni, di Kendari proses ini masih berjalan lambat. Potensinya ada, tapi pengelolaannya belum maksimal.
Bahkan, terdapat wacana perobohan bangunan tua di Kota Lama yang pernah mengundang reaksi kontra dari masyarakat karena dinilai memusnahkan jejak sejarah. Saat ini, peninggalan kolonial yang paling populer dan dijaga masyarakat adalah bangunan tua di Kota Lama Kendari.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Riset Penulis