Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Jumat, 27 MARET 2026 • 19:54 WIB

Gabung Puasa Ayyamul Bidh, Syawal, dan Senin Kamis: Boleh atau Harus Dipisah?

Gabung Puasa Ayyamul Bidh, Syawal, dan Senin Kamis: Boleh atau Harus Dipisah?Apakah niat puasa untuk Puasa Syawal dan Puasa Ayyamul Bidh bisa digabung? (Freepik) (Mufida)

SULTRA - Di bulan Syawal, ada beberapa puasa sunnah yang dianjurkan sekaligus, mulai dari puasa enam hari Syawal, Ayyamul Bidh, hingga Senin Kamis. Tidak heran muncul pertanyaan, apakah bisa digabung? Oleh karena itu, orang membutuhkan panduan puasa sunnah bulan syawal agar ibadah lebih khusyuk dan benar.

Baca juga: Jangan Sampai Terlewat, Ini Waktu dan Niat Puasa Ayyamul Bidh yang Sering Dilupakan

Jenis Puasa Sunnah yang Bisa Dilakukan di Bulan Syawal

Sebelum membahas penggabungan, pahami dulu tiga jenis puasa yang sering “bertabrakan jadwal” ini:

1. Puasa Syawal (6 Hari)

Puasa Syawal dilaksanakan setelah Idul Fitri selama bulan Syawal.

Rasulullah SAW bersabda:
“Barang siapa berpuasa Ramadan, kemudian diikuti enam hari di bulan Syawal, maka seakan-akan ia berpuasa setahun penuh.” (HR. Muslim)

2. Puasa Ayyamul Bidh

Dilaksanakan setiap tanggal 13, 14, dan 15 bulan Hijriah. Hal ini berdasakan dalil bahwa Rasulullah SAW menganjurkan puasa tiga hari setiap bulan. (HR. Bukhari & Muslim). Di bulan Syawal ini, 13, 14, dan 15 bulan Hijriah jatuh pada tanggal 1, 2, dan 3 April 2026.

3. Puasa Senin Kamis

Puasa rutin mingguan yang dianjurkan karena hari tersebut amal manusia diangkat.

Dalil:
“Amal-amal diperlihatkan pada hari Senin dan Kamis...” (HR. Tirmidzi)

Apakah Boleh Menggabungkan Puasa Sunnah?

Lalu, apakah boleh untuk menggabungkan tiga puasa tadi di Bulan Syawal? Dalam fikih, dikenal konsep niat yang mencakup beberapa ibadah sunnah sekaligus, selama tidak bertentangan. Banyak ulama membolehkan penggabungan niat puasa sunnah, misalnya niat Puasa Syawal dan niat puasa Senin serta niat puasa Ayyamul Bidh dan niat puasa Kamis.

Bahkan bisa mencakup ketiganya sekaligus jika waktunya bertepatan. Namun, ada catatan penting:

  • Pahala tetap ada, tapi sebagian ulama berpendapat pahalanya kemungkinan tidak penuh.
  • Lebih utama jika dilakukan terpisah bagi yang mampu

Jadi, penggabungannya diperbolehkan, agar lebih efisien bagi yang realistis dengan waktu, namun apabila mampu, bisa dipisah saja.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Hadits

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Gabung Puasa Ayyamul Bidh, Syawal, dan Senin Kamis: Boleh atau Harus Dipisah?

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!