Ilustrasi orang berdoa. (Freepik/jcomp) (Mufida)
SULTRA - Membaca doa buka puasa menjadi amalan yang hampir selalu dilakukan umat Muslim saat Maghrib tiba di Bulan Ramadhan. Namun, tidak semua orang memahami perbedaan riwayat yang ada, mana yang shahih, dan kapan tepatnya doa tersebut dibaca. Artikel ini membahas doa buka puasa lengkap dengan tulisan Arab, latin, arti, serta penjelasan hadis dan adab berbuka sesuai sunnah Rasulullah.
Salah satu doa berbuka yang diriwayatkan dalam hadis adalah:
ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ
Dzahaba zhama’u wabtallatil ‘uruqu wa tsabatal ajru insyaa Allah.
Artinya:
“Telah hilang rasa haus, urat-urat telah basah, dan pahala telah tetap, insya Allah.”
Baca juga: Sering Diabaikan, Berikut Niat Mandi Wajib yang Benar Sesuai Sunnah
Doa ini diriwayatkan dalam hadis Abu Dawud dan dinilai hasan oleh sejumlah ulama. Inilah bacaan yang banyak dianggap lebih kuat dari sisi riwayat.
Dalam hadis riwayat Abu Dawud disebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW ketika berbuka membaca doa tersebut setelah membatalkan puasanya. Hal ini menunjukkan bahwa doa diucapkan setelah benar-benar berbuka, bukan sebelum menyentuh makanan atau minuman.
Selain itu, terdapat hadis riwayat Ibnu Majah yang menyebutkan bahwa doa orang yang berpuasa saat berbuka tidak akan ditolak. Ini menjadi dasar kuat bahwa momen berbuka adalah waktu mustajab untuk berdoa.
Di masyarakat Indonesia, doa yang paling populer adalah:
“Allahumma laka shumtu wa bika aamantu wa ‘ala rizqika aftartu.”
Namun, riwayat ini dinilai lemah oleh sebagian ulama hadis karena sanadnya tidak sekuat riwayat “Dzahaba zhama’u”.
Baca juga: Niat Puasa Ramadhan yang Benar, Ini Penjelasannya
Meski demikian, kandungan maknanya tetap baik dan tidak bertentangan dengan ajaran Islam. Karena itu, banyak ulama membolehkan membacanya sebagai doa biasa, bukan sebagai hadis yang secara tegas dinisbatkan kepada Nabi. Sementara doa “Dzahaba zhama’u” memiliki sanad yang lebih kuat dan sering dijadikan rujukan utama dalam kajian fikih.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Hadits