Ilustrasi alun-alun kota. (Freepik) (Mufida)
SULTRA - Dalam konteks perkotaan, alun-alun berfungsi sebagai ruang terbuka publik yang menjadi pusat aktivitas sosial masyarakat. Di Kendari, keberadaan alun-alun di Kota Kendari tidak hanya menjadi tempat bersantai, tetapi juga simbol perkembangan kota yang semakin ramah bagi warganya. Alun-alun hadir sebagai ruang temu lintas usia, latar belakang, dan aktivitas, mulai dari olahraga ringan hingga kegiatan budaya.
Berbeda dengan kota-kota tua di Jawa, Kendari tidak memiliki alun-alun klasik sejak masa kerajaan. Ruang publik di Kendari berkembang seiring pertumbuhan kota modern. Pemerintah daerah kemudian menghadirkan beberapa kawasan terbuka yang berfungsi layaknya alun-alun, terutama sebagai pusat kegiatan masyarakat dan ruang hijau kota.
Beberapa lokasi kini dikenal sebagai ikon ruang publik Kendari, meskipun namanya tidak selalu menggunakan istilah “alun-alun”.
Alun-Alun MTQ Kendari merupakan salah satu ruang publik paling dikenal di kota ini. Kawasan ini sering menjadi lokasi kegiatan keagamaan, event budaya, upacara, hingga konser dan pameran.
Fungsi utama Alun-Alun MTQ:
Lokasinya yang strategis membuat kawasan ini selalu ramai, terutama pada sore dan malam hari.
Kolam Retensi Kendari tidak hanya berfungsi sebagai pengendali banjir, tetapi juga berkembang menjadi ruang publik baru. Area ini dimanfaatkan warga untuk berjalan santai, berolahraga ringan, dan menikmati suasana terbuka.
Keunggulan Kolam Retensi Kendari:
Secara fungsi sosial, kawasan ini telah bertransformasi layaknya alun-alun modern.
Taman Kota Kendari menjadi ruang publik yang lebih kasual dan sehari-hari. Banyak warga datang untuk:
Baca juga: Daftar UMKM Unggulan di Kendari, Dari Kuliner hingga Kerajinan
Taman kota berperan penting dalam meningkatkan kualitas hidup warga, terutama di tengah kepadatan perkotaan.
Sebagian besar alun-alun dan taman kota di Kendari berada di area yang mudah diakses dari pusat kota. Akses dapat ditempuh menggunakan kendaraan pribadi maupun transportasi lokal, dengan kondisi jalan yang relatif baik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Riset Penulis