Senin, 20 JULI 2026 • 21:05 WIB

Data Terkini: Deretan Kawasan Terpadat di Kendari

Author

Ilustrasi kawasan warga (Magnific/wirestock) (Mufida)SULTRA - Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Kendari, wilayah seperti Kadia, Wua-Wua, Mandonga, dan Kendari Barat termasuk kawasan dengan tingkat kepadatan penduduk yang tinggi karena memiliki luas wilayah relatif terbatas, tetapi dihuni oleh puluhan ribu penduduk. Kondisi tersebut mencerminkan tingginya aktivitas perkotaan sekaligus meningkatnya kebutuhan terhadap infrastruktur dan layanan publik.

Pertumbuhan penduduk ini terus berlangsung mendorong perkembangan kawasan permukiman baru di berbagai sudut Kota Kendari

Baca juga: Data Penduduk Miskin Kendari Belum Rilis, Ini Data BPS Terbaru yang Bisa Jadi Acuan

Daftar Kecamatan dan Kelurahan Terpadat di Kendari

Berdasarkan publikasi BPS Kota Kendari, beberapa kecamatan memiliki tingkat kepadatan penduduk yang relatif tinggi dibandingkan wilayah lainnya.

Kecamatan Kadia menjadi salah satu kawasan terpadat di Kota Kendari. Wilayah ini memiliki kepadatan sekitar 4.979 jiwa per kilometer persegi. Beberapa kelurahan seperti Bende bahkan memiliki kepadatan mencapai sekitar 7.238 jiwa per kilometer persegi, disusul Pondambea sekitar 6.317 jiwa per kilometer persegi. Kepadatan tersebut dipengaruhi oleh banyaknya kawasan permukiman, pusat perdagangan, serta fasilitas pendidikan dan perkantoran.

Baca juga: Data Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Sultra dan Faktor Pemicunya

Kecamatan Wua-Wua juga termasuk kawasan yang padat karena berada di wilayah perkotaan dengan akses yang mudah menuju pusat Kota Kendari. Permukiman warga tumbuh berdampingan dengan pusat layanan publik, perkantoran, serta kawasan usaha.

Kecamatan Mandonga menjadi salah satu pusat aktivitas ekonomi Kota Kendari. Banyaknya pertokoan, pusat jasa, dan permukiman menyebabkan jumlah penduduk di wilayah ini cukup besar dengan tingkat kepadatan yang tinggi.

Sementara itu, Kecamatan Kendari Barat juga dikenal sebagai salah satu kawasan padat penduduk. Posisinya yang berdekatan dengan kawasan Teluk Kendari, pelabuhan, pusat perdagangan, dan kawasan permukiman menjadikan aktivitas masyarakat berlangsung hampir sepanjang hari.

Faktor Utama Penyebab Tingginya Kepadatan Penduduk

Kepadatan penduduk di Kota Kendari dipengaruhi oleh sejumlah faktor yang saling berkaitan.

Salah satu penyebab utamanya ialah keberadaan pusat pemerintahan, perdagangan, pendidikan, dan jasa yang terkonsentrasi di beberapa kecamatan. Kondisi tersebut mendorong masyarakat memilih tinggal di lokasi yang dekat dengan tempat bekerja maupun pusat aktivitas ekonomi.

Selain itu, akses transportasi yang baik, tersedianya fasilitas umum, serta berkembangnya kawasan perumahan baru juga menjadi faktor yang mempercepat pertumbuhan penduduk di wilayah perkotaan.

Kondisi Tata Kota dan Ketersediaan Fasilitas Publik

Sebagai ibu kota Provinsi Sulawesi Tenggara, Kendari terus mengalami perkembangan infrastruktur untuk mengimbangi pertumbuhan penduduk.

Berbagai fasilitas seperti sekolah, rumah sakit, pusat perbelanjaan, kantor pemerintahan, hingga jaringan jalan lebih banyak terkonsentrasi di kawasan perkotaan. Hal tersebut membuat wilayah yang telah berkembang menjadi semakin diminati sebagai lokasi tempat tinggal maupun pusat kegiatan ekonomi.

Meski demikian, peningkatan jumlah penduduk juga membutuhkan penataan ruang yang baik agar kualitas lingkungan tetap terjaga dan pelayanan publik dapat berjalan optimal.

Tantangan dan Solusi Penataan Permukiman Warga

Pertumbuhan kawasan padat penduduk membawa sejumlah tantangan bagi pemerintah daerah.

Beberapa di antaranya meliputi meningkatnya kebutuhan hunian, kepadatan lalu lintas, pengelolaan sampah, penyediaan ruang terbuka hijau, hingga peningkatan layanan air bersih dan sanitasi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: BPS

Author

Mufida

Editor
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU