SULTRA - Pantauan terbaru menunjukkan bahwa cabai rawit merah diperdagangkan relatif tinggi di tingkat eceran. Berdasarkan data PIHPS nasional terbaru yang menjadi acuan harga pangan di berbagai daerah termasuk Kendari, harga cabai rawit merah berada di kisaran Rp78.450 per kg, cabai merah besar sekitar Rp45.150 per kg, cabai merah keriting sekitar Rp47.700 per kg, dan cabai rawit hijau sekitar Rp54.850 per kg di pasar tradisional.
Informasi ini mencerminkan harga rata-rata nasional yang juga berpengaruh dalam menentukan harga di pasar tradisional Sulawesi Tenggara. Informasi harga cabai ini sangat penting untuk mengatur biaya belanja harian.
Rincian Harga Cabai per Jenis
- Cabai Rawit Merah: tetap tinggi di atas Rp70 ribu per kg, menjadi komoditas dengan harga tertinggi dibanding cabai lainnya.
- Cabai Merah Besar: dihargai di kisaran Rp40 ribu-an per kg, cenderung lebih stabil dibanding rawit.
- Cabai Merah Keriting: sering dilaporkan di kisaran Rp40–50 ribu per kg dan menjadi favorit konsumsi rumah tangga.
- Cabai Rawit Hijau: dijual di kisaran harga menengah, sekitar Rp50 ribu-an per kg.
Harga di pasar lokal bisa sedikit berbeda dengan angka nasional tergantung stok dan distribusi setiap pedagang.
Baca juga: Hindari Macet! Ini Titik Padat Mudik di Sulawesi Tenggara
Perbandingan Harga dengan Hari Sebelumnya
Beberapa laporan menunjukkan bahwa harga cabai mengalami tren kenaikan beberapa minggu terakhir di pasar tradisional Kendari. Misalnya, pantauan sebelumnya di pasar Mandonga sempat mencatat harga cabai merah tembus sekitar Rp45 ribu per kg, lebih tinggi dari beberapa pekan sebelumnya.
Data juga menunjukkan bahwa harga cabai merah keriting dan cabai rawit bisa mengalami penurunan apabila pasokan lebih stabil di pasar lokal. Hal ini dipengaruhi oleh pasokan dari daerah penghasil serta aktivitas distribusi.
Penyebab Kenaikan atau Penurunan Harga Cabai
Harga cabai tidak stabil karena berbagai faktor, mulai dari cuaca, distribusi, permintaan tinggi di Bulan Ramadhan dan Idul Fitri hingga stok pedagang. Gangguan cuaca buruk atau masa panen yang belum optimal sering membuat pasokan cabai berkurang, sehingga harga naik.
Distribusi pasokan terjadi karena kendala logistik dan biaya angkut akan menambah beban biaya, terutama untuk cabai yang dikirim dari luar wilayah. Karena saat ini sedang bulan suci Ramadan dan menjelang Idul Fitri, permintaan cabai meningkat sehingga ikut menaikkan harga. Lalu, jika stok cabai di pedagang menipis, harga di pasar tradisional bisa cepat naik. Perubahan harga juga sering diamati saat hari besar atau momen khusus ketika konsumsi masyarakat meningkat tajam.
Tren Harga Cabai Mingguan
Jika dibandingkan dengan beberapa minggu lalu, sebagian pantauan menunjukkan tren harga cabai yang bergerak naik, terutama untuk cabai rawit merah. Ketika permintaan di pasar meningkat, cabai ini sering menjadi komoditas dengan kenaikan paling tajam. Sementara itu, beberapa jenis cabai lain seperti cabai merah besar dan cabai merah keriting cenderung memiliki fluktuasi yang tidak terlalu ekstrem.
Baca juga: Mau Merantau ke Sulawesi Tenggara? Cek Harga Kos dan Biaya Makan di Kendari Dulu
Prediksi Harga Cabai ke Depan
Beberapa analis pasar memprediksi harga cabai akan tetap fluktuatif ke depan. Faktor musim panen dan distribusi akan menjadi determinan utama. Jika pasokan tetap lancar dari daerah-daerah penghasil, harga cabai diperkirakan stabil. Namun jika terjadi gangguan cuaca atau permintaan melonjak tajam menjelang momen besar seperti Ramadhan atau Idul Fitri, harga masih berpotensi naik sebelum kembali normal.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Badan Pangan