Ilustrasi kemacetan di jalan raya. (Freepik/lifeforstock) (Mufida)
SULTRA - Lonjakan kendaraan tiap musim Lebaran membuat titik rawan kemacetan saat arus mudik di Sultra selalu jadi perhatian pemudik. Volume kendaraan meningkat drastis, terutama H-7 hingga H-1 Lebaran dan saat arus balik. Jalur utama antarkabupaten, akses menuju pelabuhan, hingga pintu masuk kota besar seperti Kendari sering berubah jadi lautan kendaraan. Tanpa perencanaan matang, perjalanan yang seharusnya lancar bisa berubah jadi berjam-jam di balik setir.
Beberapa titik di Kendari hampir selalu mengalami perlambatan signifikan saat mudik:
Baca juga: Ramadhan Makin Tertib! Rekayasa Lalu Lintas di Kendari Dilakukan di Kawasan Eks MTQ
Bundaran Pesawat
Simpul pertemuan kendaraan dari arah Anduonohu, Wuawua, dan pusat kota. Volume kendaraan meningkat tajam menjelang sore hingga malam.
Jalan Brigjen M. Yoenoes - Akses ke Pelabuhan Nusantara Kendari
Arus kendaraan menuju pelabuhan sering menumpuk, terutama penumpang kapal yang berangkat ke Raha atau Baubau.
Pasar Baruga dan sekitarnya
Aktivitas pasar tumpah menjelang Lebaran mempersempit badan jalan.
Konawe Selatan menjadi jalur lintas utama kendaraan dari arah Kolaka menuju Kendari. Beberapa titik di Konawe Selatan juga mengalami kemacetan pada saat menjelang mudik.
Simpang Tiga Motaha
Pertemuan arus kendaraan logistik dan pemudik. Kerap terjadi antrean panjang.
Jalan Poros Andoolo - Palangga
Jalur utama antarwilayah yang sering dipadati kendaraan pribadi dan bus.
Kolaka dianggap sebagai penghubung penting jalur barat di Sulawesi Tenggara. Terdapat dua titik utama yang rawan kemacetan menjelang mudik di Kolaka, yakni di Pelabuhan Kolaka dan Jalan Poros Kolaka.
Pelabuhan Kolaka
Antrean kendaraan roda empat dan roda dua menuju kapal penyeberangan sangat padat pada H-3 hingga H-1.
Jalan Poros Kolaka - Pomalaa
Aktivitas industri dan kendaraan berat memperparah kepadatan saat arus mudik.
Jalan utama bisa menjadi macet saat arus mudik karena banyak hal, salah satunya adalah pertemuan arus kendaraan di persimpangan besar. Mudik merupakan momen semua masyarakat ingin pulang ke kampung halaman sehingga jalanan menjadi padat. Selain jalan utama, pasar juga tumpah pengunjung menjelang Lebaran. Semua keluarga berbondong-bondong belanja untuk budaya makan-makan saat lebaran.
Faktor lainnya antara lain antrean kendaraan menuju pelabuhan, perbaikan jalan di jalur poros antar kabupaten, kendaraan berat yang tetap beroperasi, dan kondisi geografis yang didominasi jalan dua lajur tanpa pembatas. Kondisi ini membuat proses penyalipan berisiko dan memperlambat laju kendaraan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Riset Penulis