Jumat, 07 NOVEMBER 2025 • 16:15 WIB

Bandara Haluoleo Genjot Rute China-Kendari

Author

Pemprov Sultra berencana mengadakan rute penerbangan menuju China. (Freepik/pikisuperstar) (Mufida)

SULTRA - Jika selama ini konektivitas udara antara Sulawesi Tenggara dan Asia masih terbatas, tahap baru nampaknya akan segera dimulai. Pemprov Sultra sedang mendorong agar Bandara Haluoleo di Kendari dipersiapkan untuk melayani rute penerbangan langsung dari China, khususnya kota Guangzhou sebagai gerbang besar baru bagi mobilitas orang dan barang ke wilayah timur Indonesia.

Disampaikan oleh Wakil Gubernur Hugua, proses penyusunan sudah berada di meja kerja, antara lain dengan menjajaki kerja sama bersama maskapai asal China

Baca juga: Runway Bandara Maleo Morowali Diperpanjang, Bisa Layani Pesawat A320

Peta strategis menyebut Sultra sebagai kawasan yang potensial tumbuh dalam sektor pariwisata, perdagangan, dan kelautan. Dengan udara langsung dari China, pemerintah daerah berharap kehadiran wisatawan mancanegara dan investasi asing bisa meningkat signifikan. Direktur kampanye ekonomi daerah menyebut bahwa rute ini diharapkan meningkatkan arus baru bagi ekspor hasil laut dan produk kerajinan lokal yang selama ini agak tertinggal.

Meski gagasan besar itu sudah mengemuka, jalan ke realisasi ternyata tak mulus. Beberapa hal teknis masih menjadi hambatan, termasuk kesiapan landasan, apron, layanan imigrasi/karantina, serta perizinan rute internasional yang tengah digodok. Data publik menyebut bahwa Walikota dan Kadin terkait harus menyusun dokumen integrasi cepat agar rute bisa mulai dalam waktu dekat.

Baca juga: Sriwijaya Air Buka Rute Makassar–Muna Barat, Perkuat Konektivitas Sultra

Pemprov Sultra menargetkan bahwa dalam kuartal pertama atau kedua tahun 2026, rute Guangzhou–Kendari bisa mulai beroperasi dengan skema charter sebagai percobaan. Jika sukses, skema reguler dapat dibuka setelah evaluasi. Langkah ini juga disertai pelatihan terhadap masyarakat lokal agar siap menerima dampak pembangunan, terutama peningkatan pariwisata dan ekspor.

Rute ini dapat membuka akses baik bagi wisatawan asing maupun pelaku bisnis ke Sultra yang berpotensi menciptakan lapangan kerja baru, memperkuat UMKM lokal, serta memperluas cakupan produk unggulan daerah. Namun, muncul pula pertanyaan dari sebagian warga mengenai bagaimana kesiapan wilayah pesisir dan pelaku usaha kecil menengah menyambut ledakan konektivitas semacam ini, apakah mereka benar-benar siap atau hanya akan menjadi konsumen infrastruktur besar.

Ambisi membuka rute China–Kendari adalah langkah besar bagi Sultra menuju keterhubungan global. Namun keinginan tersebut harus disertai kesiapan teknis, regulasi, serta kesiapan sumber daya manusia lokal. Jika semua elemen berjalan serempak, maka Bandara Haluoleo bukan sekadar gerbang udara, melainkan simbol bahwa Indonesia timur layak berada di peta internasional.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Pemprov Sultra

Author

Mufida

Editor
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU