SULTRA - Rumah sakit terbesar di Sulawesi Tenggara, RSUD Bahteramas, kembali jadi sorotan publik. Hujan deras yang mengguyur Kendari baru-baru ini membuat atap bocor dan plafon sejumlah ruangan ambruk, hingga memaksa sebagian layanan medis berhenti beroperasi sementara.
Kerusakan itu bukan peristiwa kecil. Dua ruang operasi dan sekitar seratus kamar rawat inap dilaporkan terdampak akibat rembesan air yang menjalar ke berbagai titik bangunan. Akibatnya, rumah sakit rujukan utama milik Pemerintah Provinsi Sultra itu terpaksa menutup beberapa area vital untuk alasan keselamatan.
Baca juga: 2.115 ASN Baru Dilantik, Gubernur Sultra Tekankan Kontribusi Nyata
Kepala Dinas Cipta Karya, Bina Konstruksi, dan Tata Ruang Sultra, Martin Effendi Patulak, menyebut biang masalahnya ada pada desain atap beton (dak) yang gagal menahan intensitas curah hujan tinggi. Air hujan yang menumpuk tak lagi mampu disalurkan, lalu merembes hingga merusak plafon di bagian dalam.
Pemerintah provinsi kini menyiapkan langkah cepat dan jangka panjang. Selain perbaikan darurat, struktur atap lama akan diganti total dengan material baru yang lebih tahan cuaca. Rencana itu disebut bagian dari evaluasi menyeluruh terhadap kualitas konstruksi bangunan fasilitas publik di Sultra.
Baca juga: RSUD Kendari Catat Sejarah Baru, Layanan Cuci Darah Kini Resmi Beroperasi
Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka, turun langsung meninjau kondisi lapangan. Ia menegaskan agar perbaikan tidak boleh menunggu dan memerintahkan pekerjaan dimulai dalam pekan yang sama.
“Ini rumah sakit rujukan utama. Tidak boleh ada alasan penundaan, apalagi saat musim hujan seperti sekarang,” tegas Andi.
Selain menyoroti faktor usia bangunan, gubernur juga meminta audit terhadap proses perencanaan dan pengawasan konstruksi awal. Menurutnya, bangunan layanan publik semestinya tahan terhadap cuaca ekstrem, bukan justru kolaps saat hujan datang.
Kejadian di RSUD Bahteramas menjadi alarm keras bagi pemerintah daerah. Di tengah upaya peningkatan layanan kesehatan, ketahanan infrastruktur dasar justru masih jadi titik lemah yang harus segera dibenahi
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Pemprov Sultra