SULTRA - Angka kasus HIV di Kota Kendari terus menunjukkan tren peningkatan, dengan total 2.023 kasus tercatat hingga Mei 2025. Menyikapi kondisi tersebut, Dinas Kesehatan Kota Kendari menggelar kampanye dan sosialisasi penggunaan PrEP (Pre-Exposure Prophylaxis) sebagai langkah pencegahan bagi kelompok berisiko, khususnya pasangan dari orang dengan HIV (ODHIV).
Kegiatan yang berlangsung pada Kamis, 17 Juli 2025 di Hotel Plaza Inn Kendari ini menghadirkan berbagai pihak seperti komunitas, mahasiswa, media, dan pemangku kepentingan lainnya. Mereka diharapkan menjadi agen penyebar informasi yang efektif di tengah masyarakat.
Baca juga: Bus Sekolah Gratis Mulai Beroperasi di Konawe, Wakil bupati: Tak Boleh Ada Pungutan!
Kepala Dinas Kesehatan, Hasria, SKM, M.AP menyoroti bahwa HIV bukan hanya isu kesehatan, melainkan juga menyangkut keberlangsungan pembangunan bangsa. Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, termasuk dunia usaha dan media, dalam edukasi dan pencegahan.
Sejak diterapkan di Kendari pada Juni 2024, PrEP telah digunakan oleh 344 orang. Program ini menyasar individu yang belum terinfeksi HIV, tetapi memiliki risiko tinggi, dengan harapan mereka tetap negatif dalam tes lanjutan.
Baca juga: Gerakan Makan Ikan di Kendari Diperkuat untuk Tekan Angka Stunting
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Ellfi, SKM, M.Kes, menegaskan bahwa masyarakat perlu menyadari HIV sebagai kenyataan yang dekat. Ia menolak anggapan bahwa HIV adalah sesuatu yang jauh atau tidak nyata, karena kasus baru terus ditemukan setiap tahun.
Dengan pendekatan inklusif yang menyasar komunitas rentan dan kalangan muda, kegiatan ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang Kota Kendari dalam menekan laju infeksi HIV dan menciptakan generasi yang lebih sehat dan terlindungi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Dinas Kesehatan Kendari