Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Kamis, 06 NOVEMBER 2025 • 20:38 WIB

Mengapa Disebut Operasi Sikat Anoa? Ini Asal Nama yang Tak Banyak Diketahui

Mengapa Disebut Operasi Sikat Anoa? Ini Asal Nama yang Tak Banyak DiketahuiPolisi lalu lintas sedang menertibkan area pedagang kaki lima. (Dok. Polda Sultra) (Mufida)

SULTRA - Nama “Operasi Sikat Anoa” belakangan kerap terdengar di berbagai pemberitaan seputar penegakan hukum di Sulawesi Tenggara. Operasi ini menjadi agenda rutin Polda Sultra dalam memberantas berbagai tindak kriminalitas, mulai dari curanmor, pencurian dengan kekerasan, hingga penyalahgunaan narkoba. Namun di balik nama yang tegas itu, banyak yang belum tahu asal-usul dan makna di balik istilah Sikat Anoa.

Nama tersebut bukan nama asal-asalan. Anoa merupakan hewan endemik Sulawesi yang dikenal tangguh, gesit, dan agresif ketika terancam. Ciri khas inilah yang kemudian dijadikan simbol oleh kepolisian daerah setempat sebagai representasi dari semangat aparat dalam menumpas kejahatan di bumi Anoa.

Menurut catatan Polda Sultra, istilah Operasi Sikat Anoa pertama kali digunakan sekitar tahun 2018 sebagai branding lokal dari kegiatan nasional Polri bernama Operasi Sikat. Penambahan kata Anoa dilakukan untuk memberi identitas kedaerahan yang kuat serta menumbuhkan rasa bangga terhadap simbol khas Sulawesi Tenggara.

Baca juga: Jalan Mulus untuk Bumi Anoa: Rp47,3 Miliar Digelontorkan di Buton Utara


Bagi masyarakat Sulawesi Tenggara, Anoa bukan sekadar satwa langka, melainkan lambang keberanian dan keteguhan. Dalam banyak cerita rakyat, Anoa digambarkan sebagai hewan yang tidak akan mundur meskipun menghadapi ancaman besar. Makna itu sejalan dengan tujuan operasi ini untuk menunjukkan sikap tegas aparat dalam menyikat pelaku kejahatan tanpa kompromi.

Kombinasi antara kata “Sikat”, yang bermakna tindakan cepat dan menyeluruh, serta “Anoa”, yang menggambarkan kekuatan lokal, menjadikan nama ini unik di antara operasi kepolisian lainnya di Indonesia.

Baca juga: Operasi Patuh Anoa 2025: Targetkan Knalpot Brong di Kendari


Operasi Sikat Anoa dilakukan secara berkala di seluruh jajaran Polres se-Sulawesi Tenggara. Fokusnya tidak hanya di perkotaan, tetapi juga di wilayah pedalaman dan pesisir yang rawan kejahatan jalanan. Selama beberapa tahun terakhir, operasi ini terbukti efektif menekan angka kriminalitas, terutama kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor).

Dalam laporan resmi Polda Sultra pada pertengahan 2025, disebutkan bahwa lebih dari 200 kendaraan hasil curian berhasil diamankan selama operasi berlangsung. Selain itu, puluhan pelaku kejahatan juga ditangkap dan sebagian besar telah menjalani proses hukum.

Meski identik dengan razia dan patroli, Operasi Sikat Anoa memiliki pendekatan yang lebih komprehensif. Polisi tidak hanya menindak pelaku kejahatan, tetapi juga melakukan sosialisasi pencegahan di sekolah, pasar, dan kawasan pemukiman.
Pendekatan ini dianggap penting karena banyak kasus kejahatan berawal dari lemahnya kesadaran masyarakat terhadap keamanan lingkungan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Bidhumas Polda Sultra

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Mengapa Disebut Operasi Sikat Anoa? Ini Asal Nama yang Tak Banyak Diketahui

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!