Anak-anak di RS yang diduga keracunan makanan. (Facebook/Yoesoef Khan Bauz) (Mufida)
SULTRA - Kasus dugaan keracunan makanan bergizi gratis (MBG) di SDN 55 Buton, Kelurahan Takimpo, Kecamatan Pasarwajo, langsung menarik perhatian pemerintah daerah. Wakil Bupati Buton, Syarifudin Saafa, ST, turun langsung ke RSUD Buton pada Kamis (11/9/2025) untuk memastikan penanganan medis bagi para siswa berjalan maksimal.
Kehadirannya di rumah sakit menjadi bukti kepedulian pemerintah daerah dalam merespons keresahan masyarakat. Dalam kunjungan tersebut, Syarifudin menyapa para siswa satu per satu, menanyakan kondisi mereka, sekaligus memberikan dukungan moril kepada orang tua yang mendampingi. Sikap ini memperlihatkan komitmen pemerintah untuk hadir dalam situasi darurat yang menyangkut kesehatan anak-anak sekolah.
Baca juga: OTT ASN Kesbangpol Buton Tengah, Dana Paskibraka 2025 Diduga Disalahgunakan
Selain berbincang dengan pasien dan keluarga, Wakil Bupati juga melakukan dialog dengan tenaga kesehatan yang menangani kasus tersebut. Ia meminta laporan terkait perkembangan kondisi siswa, termasuk langkah-langkah medis yang sedang ditempuh. Menurutnya, perlindungan terhadap kesehatan anak-anak harus menjadi prioritas utama.
Tak hanya fokus pada kondisi siswa yang terdampak, Syarifudin juga menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh dalam pelaksanaan program MBG. Ia menilai bahwa tujuan program ini sebenarnya sangat baik, yakni membantu meningkatkan kualitas gizi anak sekolah dan mencegah stunting. Namun, insiden dugaan keracunan ini menjadi pengingat keras bahwa proses pengolahan, penyajian, hingga distribusi makanan harus benar-benar mengikuti standar keamanan pangan.
Baca juga: Pemkab Kolut Matangkan Program Makan Bergizi Gratis untuk Tekan Stunting
Dalam kunjungan tersebut, Wakil Bupati turut didampingi oleh Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Buton, La Sinani, serta anggota DPRD Buton, yakni Rahman Pua, Adison, dan Dudi Iskandar. Kehadiran mereka menegaskan bahwa persoalan ini tidak dipandang sepele, dan pemerintah daerah akan menindaklanjuti hasil pemeriksaan medis untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang.
Hingga kini, pihak RSUD Buton masih melakukan observasi intensif terhadap siswa yang dirawat. Jumlah pasti anak-anak yang mengalami gejala keracunan belum diumumkan, begitu pula penyebab pastinya. Tim medis masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut, termasuk uji laboratorium, guna memastikan kondisi kesehatan siswa yang terdampak. Kejadian ini sekaligus menjadi peringatan bahwa program dengan niat baik sekalipun harus diimbangi dengan pengawasan yang ketat, agar tidak menimbulkan dampak yang merugikan bagi masyarakat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Facebook/Yousoef Khan Bauz