Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Selasa, 15 JULI 2025 • 12:27 WIB

Hanya Perahunya yang Kembali: Nelayan Konawe Hilang Saat Melaut, Pencarian Masih Berlangsung

Hanya Perahunya yang Kembali: Nelayan Konawe Hilang Saat Melaut, Pencarian Masih BerlangsungTim SAR gabungan menyisir perairan sekitar Pantai Batugong, lokasi terakhir Saharuddin melaut sebelum dilaporkan hilang. (Humas SAR Kendari) (Mufida)

SULTRA - Duka kembali menyelimuti pesisir Konawe. Seorang nelayan bernama Saharuddin (49), warga Desa Watunggarandu, Kecamatan Lalonggasumeeto, dilaporkan hilang sejak Selasa (9/7/2025) usai pamit melaut di sekitar perairan Pantai Batugong. Tragisnya, hingga kini, ia belum juga kembali.

Harapan keluarga sempat pupus ketika perahu jenis longboat milik korban ditemukan dalam keadaan kosong, terdampar di tepi pantai pada sore hari sekitar pukul 15.00 WITA. Tak ada jejak keberadaan Saharuddin. Yang kembali ke darat hanyalah perahunya—hening tanpa kabar.

Baca juga: Duka di Laut: Nelayan Wakatobi Ditemukan Meninggal Setelah 5 Hari Hilang

Keluarga dan warga sekitar sempat melakukan pencarian secara mandiri selama beberapa hari, namun hasilnya nihil. Akhirnya, pada Sabtu (13/7), Kepala Desa Watunggarandu secara resmi melaporkan kejadian ini ke Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Kendari.

Merespons laporan tersebut, tim rescue dari KPP Kendari langsung diberangkatkan pukul 19.30 WITA ke lokasi kejadian, yang berjarak sekitar 31 kilometer dari Kota Kendari. Operasi pencarian digelar di tengah kondisi cuaca yang tidak bersahabat, hujan ringan, angin 1 km/jam dari barat, dan gelombang laut setinggi 0,5 hingga 1,25 meter.

Baca juga: Petani di Kolaka Utara Tewas Ditusuk, Diduga Akibat Perselisihan soal Irigasi Kebun

Upaya pencarian melibatkan unsur gabungan dari Basarnas, Polairud, Polsek Lalonggasumeeto, aparat desa, warga, serta keluarga korban. Mereka menyisir kawasan pesisir dengan harapan menemukan Saharuddin dalam keadaan selamat. Hingga hari ini, tim rescue masih terus dalam proses pencarian korban.

Kejadian ini kembali mengingatkan publik akan risiko tinggi yang dihadapi para nelayan tradisional di perairan Sulawesi Tenggara. Minimnya perlengkapan keselamatan, tidak adanya alat pelacak, serta cuaca laut yang tak menentu menjadi tantangan besar yang masih perlu mendapat perhatian serius dari berbagai pihak.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Humas SAR Kendari

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Hanya Perahunya yang Kembali: Nelayan Konawe Hilang Saat Melaut, Pencarian Masih Berlangsung

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!