SULTRA - Seorang pemuda asal Sulawesi Tenggara kembali menorehkan prestasi membanggakan di bidang teknologi digital. Pemuda tersebut bernama Muh. Sulkifly Said, sosok di balik lahirnya SearchX, mesin pencari karya anak bangsa yang dapat diakses di searchx.id. Inovasi ini digagas sebagai alternatif dari mesin pencari besar dengan menitikberatkan pada keberagaman informasi lokal dan nasional yang kerap terpinggirkan.
Sulkifly merupakan alumni serta dosen STMIK Catur Sakti Kendari. Dengan latar belakang di bidang teknologi dan keamanan siber, Sulkifly merancang SearchX sebagai bagian dari gerakan kemandirian digital Indonesia. Tidak hanya sekadar meniru konsep mesin pencari seperti Google, ia menyematkan semangat kearifan lokal dalam algoritma SearchX agar konten-konten daerah bisa lebih terlihat oleh masyarakat luas.
"Selama ini informasi dari daerah sering tidak muncul di pencarian teratas. Padahal, konten lokal memiliki nilai dan kebutuhan tinggi bagi masyarakat. Melalui SearchX, saya ingin menyuarakan data Indonesia untuk orang Indonesia,” ujar Sulkifly Said, Rabu (2/7/2025).
Baca juga: Wa Ode Alika Zea Chanidya Asal Muna Barat Terpilih sebagai Paskibraka Nasional
SearchX dibangun berbasis teknologi open source, dengan kemampuan mengindeks artikel dari berbagai media nasional hingga portal daerah. Mesin pencari ini dilengkapi fitur pencarian berdasarkan kata kunci, lokasi, dan rentang waktu, serta antarmuka yang ringan dan ramah pengguna. Tak hanya itu, sistemnya juga dioptimalkan untuk mendukung SEO dan kompatibel dengan integrasi data publik.
Dalam upaya pengembangan lebih lanjut, Sulkifly membuka ruang kolaborasi dengan media lokal serta institusi pendidikan untuk memperkuat jangkauan SearchX, terutama sebagai alat bantu riset dan literasi digital bagi masyarakat luas.
Dengan pendekatan inklusif dan berbasis kebutuhan dalam negeri, SearchX diharapkan bisa menjadi langkah nyata menuju kedaulatan informasi nasional di era digital.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Facebook/ STMIK Catur Sakti Kendari