Senin, 06 JULI 2026 • 22:06 WIB

Rekomendasi Spot Stargazing Terbaik di Sultra untuk Melihat Bintang

Author

Ilustrasi kegiatan stargazing (Magnific/ArtPhoto_studio) (Mufida)

SULTRA - Spot melihat bintang di Sulawesi Tenggara tersebar di berbagai kawasan pantai, perbukitan, pulau kecil, hingga taman nasional yang memiliki tingkat polusi cahaya rendah. Kondisi tersebut membuat langit malam tampak lebih jernih sehingga ribuan bintang, gugusan Bima Sakti (Milky Way), hingga hujan meteor musiman berpeluang terlihat dengan mata telanjang ketika cuaca cerah.

Baca juga: 5 Pilihan Wisata Alam untuk Bulan Madu Tak Terlupakan di Sulawesi Tenggara

Rekomendasi Spot Terbaik Melihat Bintang di Sulawesi Tenggara

1. Taman Nasional Wakatobi

Wakatobi menjadi lokasi terbaik untuk menikmati langit malam di Sulawesi Tenggara. Pulau-pulau kecil yang jauh dari keramaian membuat polusi cahaya sangat minim. Saat malam cerah, hamparan bintang tampak memenuhi langit, sementara suara ombak menjadi pelengkap suasana.

Pulau Hoga, Tomia, Kaledupa, hingga Binongko merupakan beberapa titik favorit fotografer untuk mengabadikan Milky Way. Musim kemarau antara Juni hingga September menjadi waktu terbaik karena langit relatif bebas awan.

2. Puncak Ahuawali, Konawe

Puncak Ahuawali dikenal sebagai lokasi paralayang sekaligus tempat menikmati panorama Kota Unaaha dari ketinggian. Ketika malam tiba, kawasan ini berubah menjadi lokasi ideal untuk melihat bintang.

Minimnya pencahayaan di sekitar bukit membuat langit tampak lebih gelap dibanding kawasan perkotaan. Banyak pengunjung memilih berkemah agar dapat menikmati matahari terbit setelah semalaman melakukan stargazing.

3. Pulau Bokori

Pulau Bokori menawarkan kombinasi pasir putih, laut tenang, dan langit malam yang sangat bersih. Setelah wisatawan harian kembali ke daratan, suasana pulau menjadi jauh lebih sunyi. Apabila menginap di kawasan sekitar atau mengikuti kegiatan camping, langit malam di Pulau Bokori memberikan pengalaman berbeda karena hampir tidak terganggu cahaya lampu kota.

Baca juga: Labengki vs Wakatobi: Dua Surga Laut Sulawesi yang Berebut Hati Wisatawan

4. Pantai Toronipa

Pantai Toronipa tidak hanya menarik saat siang hari. Beberapa bagian pantai yang jauh dari pusat keramaian masih memungkinkan pengunjung menikmati gugusan bintang ketika cuaca cerah.

Pemandangan laut yang luas tanpa penghalang membuat horizon terlihat jelas. Lokasi ini juga cukup mudah dijangkau dari Kota Kendari sehingga cocok bagi pemula yang ingin mencoba stargazing.

5. Pulau Labengki

Pulau Labengki dikenal karena laguna dan laut berwarna biru toska. Ketika malam datang, kondisi pulau yang jauh dari pusat permukiman membuat langit terlihat sangat gelap. Bagi wisatawan yang menginap di homestay atau resort, menikmati gugusan bintang menjadi salah satu pengalaman yang tidak boleh dilewatkan.

6. Pantai Nambo, Kendari

Pantai Nambo menjadi alternatif stargazing yang cukup dekat dari pusat Kota Kendari. Meski cahaya kota masih terlihat di kejauhan, bagian pantai yang lebih sepi tetap memungkinkan pengunjung menikmati langit malam.

Waktu terbaik berkunjung adalah saat malam tanpa bulan agar bintang tampak lebih jelas.

7. Gunung Sabampolulu, Bombana

Gunung Sabampolulu menawarkan pengalaman berbeda bagi pecinta pendakian. Setelah mencapai area perkemahan, pendaki dapat menikmati langit malam tanpa gangguan cahaya perkotaan. Udara pegunungan yang lebih sejuk menjadi nilai tambah saat menghabiskan malam di alam terbuka.

8. Danau Biru Napabale, Muna

Kawasan Napabale yang jauh dari pusat kota memiliki tingkat polusi cahaya relatif rendah. Saat malam cerah, langit di sekitar danau dan perbukitan tampak dipenuhi bintang.

Lokasi ini cocok bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana tenang sambil berkemah.

9. Pantai Nirwana, Baubau

Pantai Nirwana merupakan salah satu ikon wisata Kota Baubau. Meski cukup populer, suasana malam di beberapa titik pantai masih cukup gelap untuk menikmati pemandangan langit. Panorama laut yang terbentang luas membuat objek bintang tampak lebih jelas dibanding kawasan permukiman.

Waktu dan Kondisi Cuaca Ideal untuk Aktivitas Stargazing

Keberhasilan melihat bintang sangat dipengaruhi kondisi cuaca. Langit cerah tanpa awan menjadi syarat utama agar objek langit terlihat maksimal.

Musim kemarau, terutama antara Juni hingga September, merupakan periode terbaik untuk stargazing di Sulawesi Tenggara. Aktivitas sebaiknya dimulai sekitar pukul 20.00 hingga menjelang dini hari ketika langit semakin gelap. Apabila ingin mengabadikan Milky Way, pilih malam tanpa bulan (new moon) karena cahaya bulan dapat mengurangi visibilitas bintang.

Rute Menuju Lokasi dan Informasi Tiket Masuk

Sebagian besar lokasi dapat dijangkau menggunakan kendaraan pribadi maupun transportasi umum. Pantai Toronipa, Pantai Nambo, Pulau Bokori, dan Puncak Ahuawali relatif mudah diakses dari Kota Kendari. Wakatobi, Labengki, dan beberapa pulau lainnya memerlukan perjalanan laut menggunakan kapal cepat atau kapal penyeberangan.

Biaya masuk setiap lokasi berbeda-beda. Pantai dan objek wisata umumnya mengenakan tiket berkisar Rp10.000 hingga Rp30.000 per orang, sedangkan destinasi kepulauan menyesuaikan biaya transportasi laut dan paket wisata yang dipilih.

Tips Persiapan Sebelum Berburu Langit Malam

Stargazing memerlukan persiapan yang matang agar pengalaman melihat bintang menjadi lebih nyaman. Gunakan pakaian hangat karena suhu malam di pantai maupun pegunungan cenderung lebih rendah. Bawalah senter dengan cahaya merah agar mata tetap mudah beradaptasi dengan gelap. Matras atau kursi lipat juga membantu menikmati langit lebih lama tanpa cepat lelah.

Bagi fotografer, tripod menjadi perlengkapan wajib untuk menghasilkan foto langit malam yang tajam. Pastikan baterai kamera dan telepon seluler terisi penuh karena lokasi stargazing umumnya jauh dari sumber listrik.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Riset Penulis

Author

Mufida

Editor
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU