Kabur dari Panas! Ini Tempat Wisata Sejuk di Sultra yang Cocok untuk Healing dan Liburan Keluarga
SULTRA - Tempat wisata sejuk di Sultra memang tidak sebanyak daerah pegunungan di Pulau Jawa atau Sumatra. Namun, Sulawesi Tenggara tetap memiliki beberapa destinasi yang menawarkan udara lebih segar dibanding kawasan perkotaan pesisir yang cenderung panas. Mulai dari Moramo Highland di Konawe Selatan, kawasan pegunungan di Asera, Konawe Utara, hingga sejumlah air terjun dan perbukitan di Kolaka dan Kolaka Timur, lokasi-lokasi ini menjadi pilihan bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana alam yang lebih sejuk dan menenangkan.
Sebagai provinsi yang didominasi wilayah pesisir dan kepulauan, sebagian besar daerah di Sulawesi Tenggara memang memiliki suhu udara yang cukup hangat. Karena itu, kawasan dataran tinggi, hutan, dan perbukitan menjadi destinasi favorit masyarakat yang ingin melepas penat dari cuaca panas sehari-hari.
Moramo Highland, Spot Sejuk yang Sedang Naik Daun di Konawe Selatan
Moramo Highland berlokasi ini berada di kawasan Desa Sumber Sari, Kecamatan Moramo, Kabupaten Konawe Selatan. Letaknya tidak terlalu jauh dari Kota Kendari dan dapat ditempuh sekitar satu hingga satu setengah jam perjalanan darat. Berada di kawasan perbukitan, Moramo Highland menawarkan udara yang relatif lebih dingin dibanding wilayah pesisir Kendari dan sekitarnya.
Saat pagi dan sore hari, pengunjung dapat menikmati panorama perbukitan hijau dengan suasana yang tenang. Pada musim tertentu, kabut tipis juga sering terlihat menyelimuti kawasan ini sehingga menghadirkan nuansa yang berbeda dibanding destinasi wisata lain di Sultra.
Selain menikmati pemandangan, pengunjung biasanya datang untuk bersantai, berfoto, hingga menikmati momen matahari terbit dan terbenam. Wisatawan biasanya langsung menginap di sini karena terdapat kegiatan lain seperti naik ATV, flying fox, dan arena pemancingan.
Baca juga: Legenda & Pesona Air Terjun Moramo di Sultra
Air Terjun Moramo, Sejuknya Hutan Tropis di Konawe Selatan
Masih di Kabupaten Konawe Selatan, Air Terjun Moramo menjadi salah satu destinasi alam paling terkenal di Sulawesi Tenggara. Air terjun yang berada di kawasan Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai ini memiliki puluhan tingkatan alami yang dikelilingi hutan tropis.
Lokasinya berada di Desa Sumber Sari, Kecamatan Moramo, Kabupaten Konawe Selatan. Meski tidak berada di dataran tinggi, suasana di sekitar air terjun terasa jauh lebih sejuk karena rindangnya pepohonan dan aliran air yang terus mengalir sepanjang tahun.
Banyak wisatawan memilih datang pada pagi hari untuk menikmati udara yang masih segar dan suasana yang lebih tenang.
Baca juga: Jarang Dibahas, Ini 3 Tempat Wisata Alam di Sultra yang Bikin Nagih
Pegunungan Asera, Konawe Utara yang Dikenal Lebih Dingin
Wilayah Asera, Kabupaten Konawe Utara dikenal memiliki suhu udara yang lebih rendah dibanding sebagian besar daerah pesisir Sulawesi Tenggara. Kawasan ini berada di jalur menuju pedalaman Sulawesi Tenggara dan dikelilingi perbukitan serta hutan yang masih cukup luas.
Saat musim hujan atau pagi hari, suhu udara di kawasan Asera terasa lebih sejuk dibanding Kendari maupun wilayah pesisir lainnya. Meski belum berkembang sebagai destinasi wisata komersial besar, kawasan ini sering menjadi pilihan wisata alam bagi masyarakat yang ingin menikmati suasana pegunungan.
Air Terjun Sangia Ni Bandera, Kolaka yang Dikelilingi Hutan Hijau
Bagi masyarakat Kolaka dan sekitarnya, Air Terjun Sangia Ni Bandera menjadi salah satu tempat favorit untuk mencari udara segar. Lokasinya berada di Desa Ulurina, Kecamatan Wolo, Kabupaten Kolaka. Air terjun ini berada di kawasan yang masih didominasi vegetasi alami sehingga suhu di sekitarnya terasa lebih nyaman dibanding pusat kota.
Selain menikmati air terjun, wisatawan biasanya datang untuk bersantai, piknik, atau menikmati suasana alam bersama keluarga.
Kawasan Perbukitan Tinukari Kolaka Timur
Kolaka Timur dikenal memiliki bentang alam berupa perbukitan dan pegunungan yang cukup luas. Salah satu kawasan yang menawarkan suasana sejuk adalah wilayah Tinukari dan sekitarnya di Kabupaten Kolaka Timur. Pemandangan hamparan perbukitan hijau dan perkebunan menjadi daya tarik utama kawasan ini. Karena berada pada ketinggian yang lebih tinggi dibanding wilayah pesisir, suhu udara di beberapa titik terasa lebih segar terutama pada pagi dan sore hari.
Mengapa Wisata Sejuk di Sultra Tidak Banyak?
Berbeda dengan daerah seperti Bandung, Malang, atau Berastagi yang memiliki banyak kawasan pegunungan tinggi, sebagian besar wilayah Sulawesi Tenggara berada di daerah pesisir. Karakter geografis tersebut membuat suhu udara cenderung hangat sepanjang tahun. Lokasi wisata yang dianggap sejuk biasanya berada di:
- Kawasan perbukitan
- Daerah pegunungan
- Hutan lindung
- Sekitar air terjun
- Dataran tinggi pedalaman
Meski jumlahnya tidak banyak dan jaraknya jauh dari pusat kota Kendari, destinasi tersebut tetap menjadi pilihan favorit masyarakat untuk berlibur.
Aktivitas yang Bisa Dilakukan di Wisata Sejuk Sultra
Selain menikmati udara segar, wisatawan dapat melakukan berbagai aktivitas menarik. Beberapa di antaranya:
Menikmati Sunrise dan Sunset
Moramo Highland menjadi salah satu lokasi favorit untuk melihat matahari terbit maupun terbenam.
Camping dan Piknik
Kawasan perbukitan dan air terjun cocok digunakan untuk kegiatan luar ruang bersama keluarga atau komunitas.
Berfoto dengan Latar Alam
Pemandangan hijau dan suasana alami menjadi daya tarik utama bagi pencinta fotografi.
Menikmati Kuliner Lokal
Sejumlah destinasi kini mulai menyediakan area kuliner sederhana yang dapat dinikmati pengunjung.
Tips Berkunjung ke Tempat Wisata Sejuk di Sultra
Agar perjalanan lebih nyaman, wisatawan disarankan:
- Datang pada pagi atau sore hari.
- Membawa jaket ringan jika menuju kawasan perbukitan.
- Menggunakan alas kaki yang nyaman.
- Menyiapkan bekal secukupnya.
- Menjaga kebersihan lokasi wisata.
Persiapan sederhana tersebut akan membuat pengalaman berwisata menjadi lebih menyenangkan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Riset Penulis