Kamis, 21 MEI 2026 • 21:41 WIB

Daftar Landmark Ikonik di Kendari yang Wajib Dikunjungi Wisatawan!

Author

Ilustrasi taman kota. (Freepik/freestockcenter) (Mufida)

SULTRA - Landmark Kendari menjadi bagian penting yang membentuk identitas Kota Lulo di mata wisatawan maupun warga lokal. Mulai dari bangunan religius, jembatan megah, hingga kawasan ruang terbuka publik, sejumlah ikon kota ini kerap menjadi lokasi favorit untuk bersantai, berburu foto, hingga menikmati panorama Teluk Kendari. Tidak hanya berfungsi sebagai penanda kota, landmark-landmark tersebut juga menyimpan nilai sejarah, budaya, dan perkembangan modernisasi ibu kota Sulawesi Tenggara.

Baca juga: Bukan Sekadar Hiasan Kota, Ini Tugu Ikonik di Kendari dan Makna di Baliknya

Daftar Landmark Ikonik Kebanggaan Kendari yang Wajib Dikunjungi

Tugu Religi MTQ Kendari, Ikon Kota yang Paling Mudah Dikenali

Salah satu landmark paling populer di Kendari adalah kawasan Tugu MTQ yang berada di pusat kota. Bangunan ini menjadi simbol religius sekaligus titik kumpul masyarakat, terutama saat sore hingga malam hari. Kawasan sekitarnya ramai digunakan untuk jogging, nongkrong santai, hingga wisata kuliner kaki lima.

Saat malam tiba, pencahayaan lampu di sekitar Tugu MTQ membuat area ini terlihat lebih hidup dan estetik. Tidak heran jika lokasi ini hampir selalu masuk dalam daftar kunjungan wisatawan yang baru pertama kali datang ke Kendari.

Jembatan Teluk Kendari, Landmark Modern dengan Panorama Laut

Jika berbicara tentang wajah modern Kota Kendari, maka Jembatan Teluk Kendari menjadi salah satu simbol pembangunan paling menonjol. Jembatan berwarna merah ini membentang di atas Teluk Kendari dan menghubungkan kawasan Kota Lama dengan area Poasia.

Selain menjadi jalur transportasi penting, jembatan ini juga menjadi spot favorit menikmati sunset. Banyak warga datang pada sore hari hanya untuk menikmati angin laut sambil melihat kapal-kapal kecil melintas di bawah jembatan.

Pada malam hari, lampu jembatan menciptakan pemandangan city lights yang cukup ikonik dan sering muncul dalam konten media sosial wisata Kendari.

Baca juga: Masjid Terbesar di Kendari Ini Berdiri di Atas Laut, Bukan Sekadar Ikon tapi Pusat Aktivitas Umat

Masjid Al Alam, Masjid Terapung yang Jadi Kebanggaan Sultra

Masjid Al Alam merupakan salah satu landmark religius paling terkenal di Sulawesi Tenggara. Masjid ini dibangun di atas kawasan pesisir Teluk Kendari sehingga tampak seperti terapung ketika air laut pasang.

Arsitekturnya memadukan nuansa modern dengan sentuhan Timur Tengah. Selain digunakan sebagai tempat ibadah, kawasan sekitar masjid juga ramai dikunjungi wisatawan yang ingin menikmati pemandangan laut terbuka. Waktu terbaik berkunjung adalah menjelang matahari terbenam karena pantulan cahaya senja di sekitar masjid menciptakan suasana yang sangat fotogenik.

Taman Kota Kendari dan Kali Kadia

Kendari juga memiliki beberapa ruang terbuka publik yang mulai berkembang menjadi landmark perkotaan baru. Salah satunya kawasan Kali Kadia yang kini lebih tertata dan sering digunakan masyarakat untuk olahraga ringan maupun bersantai.

Di beberapa titik, pemerintah juga menambahkan pencahayaan dekoratif dan area duduk sehingga suasana malam terasa lebih nyaman. Tempat seperti ini menjadi penting bagi kota berkembang karena warga urban ternyata tetap membutuhkan ruang untuk berjalan santai tanpa harus masuk mal setiap hari.

Bundaran Tank Eks MTQ

Bundaran Tank menjadi salah satu landmark lama yang cukup dikenal masyarakat Kendari. Lokasinya strategis dan sering dijadikan titik penanda arah menuju beberapa kawasan utama kota.

Meski sederhana, keberadaan landmark seperti ini tetap punya nilai historis karena menjadi bagian dari perkembangan wajah Kota Kendari dari masa ke masa.

Kisah dan Sejarah Singkat di Balik Landmark Kendari

Sebagian besar landmark di Kendari berkembang seiring pertumbuhan kota sebagai pusat pemerintahan dan ekonomi Sulawesi Tenggara. Dahulu, Kendari lebih dikenal sebagai kota pelabuhan dengan aktivitas perdagangan laut yang cukup kuat.

Namun dalam dua dekade terakhir, pembangunan infrastruktur mulai mengubah wajah kota menjadi lebih modern. Kehadiran Jembatan Teluk Kendari, kawasan religi, hingga ruang publik baru menjadi simbol perubahan tersebut.

Di sisi lain, landmark seperti Masjid Al Alam dan Tugu MTQ juga memperlihatkan bagaimana identitas religius tetap dipertahankan di tengah modernisasi kota.

Rekomendasi Spot Foto Paling Estetik di Sekitar Landmark

Bagi wisatawan yang ingin berburu foto, beberapa waktu terbaik untuk mengunjungi landmark Kendari biasanya di sore hingga malam hari.

  • Pukul 17.00–18.00 WITA untuk menikmati sunset di Jembatan Teluk Kendari dan Masjid Al Alam.
  • Malam hari di kawasan Tugu MTQ karena lampu kota mulai menyala dan suasana lebih ramai.
  • Pagi dan sore hari di sekitar Teluk Kendari untuk mendapatkan pencahayaan alami dan udara yang masih segar.

Beberapa spot yang cukup populer untuk fotografi antara lain area pedestrian Jembatan Teluk Kendari, pelataran Masjid Al Alam, dan taman sekitar MTQ.

Lokasi, Rute, dan Harga Tiket Masuk

Mayoritas landmark di Kendari dapat dikunjungi secara gratis. Wisatawan hanya perlu menyiapkan biaya parkir kendaraan di beberapa lokasi tertentu.

Berikut gambaran aksesnya:

  • Tugu MTQ Kendari berada di pusat kota dan mudah diakses kendaraan umum maupun pribadi.
  • Jembatan Teluk Kendari dapat dicapai sekitar 15–20 menit dari pusat kota.
  • Masjid Al Alam berada di kawasan pesisir Teluk Kendari dan memiliki area parkir cukup luas.
  • Kali Kadia berada tidak jauh dari area perkotaan utama.

Akses menuju landmark tersebut juga semakin mudah karena kondisi jalan di dalam Kota Kendari relatif baik dan terhubung langsung dengan berbagai kawasan wisata lainnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Riset Penulis

Author

Mufida

Editor
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU