Jumat, 24 APRIL 2026 • 18:32 WIB

Urutan Lengkap Susunan Acara Pernikahan Adat Tolaki di Kendari dari Awal hingga Akhir

Author

Ilustrasi pengantin dari suku Tolaki. (Pinterest) (Mufida)

SULTRA - Pernikahan bukan sekadar penyatuan dua individu, tetapi juga penggabungan dua keluarga besar dengan nilai budaya yang menyertainya. Di Sulawesi Tenggara, khususnya Kendari, susunan acara pernikahan adat di Kendari yang mengacu pada tradisi Tolaki masih dijaga dengan cukup kuat hingga saat ini.

Calon pengantin dari suku Tolaki wajib mengetahui susunan acara pernikahan adat demi menjaga kelestarian budaya serta memastikan setiap tahapan berjalan sesuai adat dan tidak menimbulkan kesalahpahaman antar keluarga.

Rangkaian Prosesi Pra-Pernikahan dalam Adat Tolaki

Tahapan awal dalam pernikahan adat Tolaki dimulai jauh sebelum hari akad. Proses ini menekankan komunikasi dan kesepakatan antara kedua belah pihak keluarga.

1. Morake-rakepi (Penjajakan Awal)

Pihak laki-laki mulai melakukan pendekatan secara informal kepada keluarga perempuan untuk mengetahui status dan kesiapan calon mempelai.

2. Monduutudu (Lamaran Resmi)

Tahap ini merupakan prosesi lamaran yang dilakukan secara adat, biasanya dihadiri oleh tokoh keluarga dan perwakilan adat. Pada momen ini dibahas rencana pernikahan, termasuk mahar dan waktu pelaksanaan.

3. Mowindahako (Kesepakatan Adat)

Merupakan tahap finalisasi kesepakatan antara kedua keluarga terkait seluruh rangkaian acara, termasuk tanggung jawab masing-masing pihak.

Baca juga: Makna Filosofis di Balik Keberagaman Pakaian Adat Tradisional Sulawesi Tenggara

Susunan Acara Inti pada Hari-H Pernikahan

Hari pelaksanaan menjadi puncak dari seluruh rangkaian adat yang telah disepakati sebelumnya.

1. Penyambutan Rombongan Pengantin Pria

Pihak keluarga perempuan menyambut kedatangan rombongan pria dengan tata cara adat tertentu sebagai simbol penerimaan.

2. Prosesi Akad Nikah

Dilaksanakan sesuai syariat Islam, biasanya dipimpin oleh penghulu. Ini menjadi inti sahnya pernikahan secara agama.

3. Mombesara (Serah Terima Adat)

Prosesi adat yang menandakan penyerahan tanggung jawab dari keluarga perempuan kepada pihak laki-laki.

4. Pemberian Mahar dan Simbol Adat
Penyerahan mahar dilakukan sesuai kesepakatan, disertai simbol-simbol adat yang memiliki makna tertentu.

Ritual Pasca-Akad dalam Pernikahan Adat Tolaki

Setelah akad, masih terdapat beberapa rangkaian penting yang tidak boleh dilewatkan.

Baca juga: Filosofi Rumah Adat di Sulawesi Tenggara, Jejak Identitas Suku Tolaki, Buton, hingga Muna

1. Mowea (Penghormatan Keluarga)

Pengantin memberikan penghormatan kepada orang tua dan keluarga sebagai bentuk bakti.

2. Resepsi atau Pesta Adat

Acara ini menjadi momen kebersamaan dengan masyarakat luas, sekaligus bentuk pengumuman resmi pernikahan kepada publik.

Makna Simbolis di Balik Setiap Tahapan

Setiap proses dalam pernikahan adat Tolaki memiliki makna mendalam yang berkaitan dengan penjalinan hubungan antara suami istri serta penyatuan dua keluarga. 

  • Komunikasi awal melambangkan kehati-hatian dalam membangun hubungan
  • Lamaran adat menunjukkan penghormatan kepada keluarga perempuan
  • Serah terima adat menandakan tanggung jawab baru dalam rumah tangga
  • Penghormatan pasca-akad menjadi simbol bakti kepada orang tua

Perlengkapan Wajib dalam Prosesi Pernikahan Adat Tolaki

Agar acara berjalan lancar, beberapa perlengkapan adat harus dipersiapkan:

  • Kalosara (simbol adat Tolaki)
  • Mahar sesuai kesepakatan
  • Busana adat pengantin
  • Perlengkapan seserahan

Kalosara menjadi elemen paling penting karena merupakan simbol utama dalam budaya Tolaki yang melambangkan persatuan dan kehormatan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Riset Penulis

Author

Mufida

Editor
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU