SULTRA - Penampilan memikat datang dari perwakilan Sulawesi Tenggara pada ajang Puteri Indonesia 2026. Momen tersebut digunakan sebagai momen peragaan busana untuk representasi identitas daerah yang sarat makna budaya dan pesan lingkungan.
Pada ajang tersebut, perwakilan Sulawesi Tenggara, Asri Savira Ria, tampil mencuri perhatian dalam sesi Traditional Costume yang digelar di Ballroom Kuningan City, Jakarta, Selasa (21/4/2026). Ia mengenakan kostum bertajuk “Anoa: Guardian of The Sacred Land”, sebuah karya yang mengangkat simbol satwa endemik Sultra sebagai pusat narasi.
Kostum ini tidak hanya menonjolkan estetika visual, tetapi juga mengandung filosofi mendalam. Anoa digambarkan sebagai penjaga tanah suci yang tak tersentuh, merepresentasikan kekuatan, ketangguhan, sekaligus harmoni antara manusia dan alam. Konsep tersebut menjadi refleksi hubungan erat antara masyarakat Sulawesi Tenggara dengan lingkungan dan warisan budayanya.
Baca juga: Mahasiswi STIE 66 Kendari Raih Mahkota Putri Muslimah Indonesia 2025
Secara desain, kostum ini tampil dengan struktur yang kompleks dan detail yang kuat. Elemen-elemen yang digunakan memperlihatkan karakter anoa yang tangguh, namun tetap elegan dalam habitat aslinya. Perpaduan ini menciptakan kesan berani sekaligus anggun, yang menjadi daya tarik utama dalam peragaan tersebut.
Lebih dari sekadar karya seni, kostum ini juga membawa pesan penting. Dalam pernyataannya, Savira menegaskan bahwa penampilannya merupakan bentuk ekspresi identitas dan kebanggaan daerah. Ia juga menyampaikan ajakan untuk meningkatkan kesadaran terhadap perlindungan satwa liar yang terancam punah, khususnya anoa sebagai ikon fauna Sulawesi Tenggara.
Baca juga: Syeirah Putri Maharani Wakili Indonesia di I Am Model Search International 2026 Thailand
Pesan tersebut menjadi relevan di tengah isu global mengenai kerusakan lingkungan dan kepunahan spesies. Melalui panggung Puteri Indonesia, narasi lokal berhasil diangkat ke tingkat nasional, bahkan berpotensi menjangkau perhatian internasional.
Penampilan ini sekaligus menjadi bukti bahwa ajang kecantikan tidak hanya berbicara soal penampilan fisik, tetapi juga ruang untuk menyuarakan nilai-nilai penting, termasuk pelestarian alam dan kebudayaan. Sulawesi Tenggara pun berhasil menunjukkan eksistensinya sebagai daerah yang kaya akan identitas, sekaligus memiliki kontribusi dalam isu-isu global.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Instagram