SULTRA - Hari Raya Idul Fitri bukan hanya tentang perayaan, tetapi juga momen menjalankan berbagai sunnah saat lebaran yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW. Amalan-amalan ini menjadi bagian penting dalam menyempurnakan ibadah setelah menjalani Ramadan.
Dengan mengikuti sunnah, perayaan Lebaran tidak hanya bermakna secara sosial, tetapi juga bernilai ibadah.
1. Menghidupkan Sunnah Rasulullah di Hari Kemenangan
Idul Fitri dikenal sebagai hari kemenangan bagi umat Islam. Namun, kemenangan ini tidak hanya dirayakan dengan kebahagiaan, tetapi juga dengan meneladani sunnah Rasulullah SAW.
Menghidupkan sunnah berarti menjalankan amalan yang dicontohkan Nabi, sehingga setiap aktivitas di hari Lebaran memiliki nilai ibadah.
2. Menggemakan Takbir Sejak Malam Lebaran
Salah satu sunnah saat lebaran yang paling utama adalah memperbanyak takbir sejak malam Idul Fitri hingga menjelang pelaksanaan salat Id.
Takbir menjadi bentuk pengagungan kepada Allah SWT atas nikmat yang telah diberikan, terutama setelah menyelesaikan ibadah puasa Ramadan.
Baca juga: Amalan Setelah Ramadhan yang Dianjurkan: Puasa Sunnah, Sedekah, dan Cara Istiqomah
3. Mandi dan Membersihkan Diri Sebelum Sholat Id
Sebelum berangkat melaksanakan salat Idul Fitri, umat Islam dianjurkan untuk mandi terlebih dahulu. Ini termasuk sunnah yang bertujuan menjaga kebersihan dan kesucian diri.
Selain mandi, menjaga kebersihan diri secara keseluruhan juga menjadi bagian dari adab dalam menyambut hari raya.
4. Memakai Pakaian Terbaik dan Wewangian
Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk mengenakan pakaian terbaik saat Idul Fitri. Tidak harus baru, tetapi bersih, rapi, dan pantas. Penggunaan wewangian juga dianjurkan sebagai bentuk penghormatan terhadap momen hari raya.
5. Makan Sebelum Berangkat Sholat Idul Fitri
Berbeda dengan Idul Adha, pada Idul Fitri dianjurkan untuk makan terlebih dahulu sebelum berangkat salat Id. Rasulullah SAW mencontohkan dengan memakan kurma dalam jumlah ganjil. Hal ini menjadi simbol bahwa puasa Ramadan telah berakhir.
6. Melewati Rute Berbeda Saat Pergi dan Pulang
Sunnah lain yang sering dianggap sepele adalah menggunakan rute yang berbeda saat pergi dan pulang dari tempat salat Id.
Tujuannya bukan sekadar variasi jalan, tetapi sebagai bentuk syiar Islam dan memperluas jangkauan silaturahmi dengan sesama.
Baca juga: Jangan Sampai Salah, Ini Panduan Lengkap Niat Puasa Syawal dan Puasa Qadha
7. Saling Mendoakan dan Mempererat Silaturahmi
Ucapan seperti “Taqabbalallahu minna wa minkum” menjadi salah satu tradisi yang dianjurkan dalam Islam. Maknanya adalah doa agar amal ibadah diterima oleh Allah SWT. Selain itu, momen Lebaran juga menjadi waktu terbaik untuk memperbaiki hubungan dan mempererat silaturahmi.
Menjalankan sunnah saat lebaran bukanlah hal yang sulit, tetapi sering kali diabaikan karena dianggap tidak penting. Padahal, amalan-amalan sederhana ini justru memiliki nilai besar dalam menyempurnakan ibadah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Hadits