SULTRA - Jika selama ini museum identik dengan tempat sunyi dan membosankan, saatnya memperbarui sudut pandang. Wisata museum di Sultra kini mulai menunjukkan wajah yang lebih segar, informatif, dan relevan untuk berbagai kalangan, termasuk generasi muda. Tidak hanya menyimpan nilai sejarah, beberapa museum di Sulawesi Tenggara juga menawarkan pengalaman visual yang menarik dan cocok dijadikan destinasi alternatif, baik untuk edukasi maupun sekadar mencari suasana berbeda.
Dalam beberapa tahun terakhir, minat terhadap wisata museum di Sultra meningkat seiring dengan tren wisata edukatif dan konten visual yang berkembang di media sosial. Museum tidak lagi sekadar tempat melihat benda lama, tetapi juga ruang belajar yang lebih interaktif.
Baca juga: Ajak Anak Belajar Menanam Pepaya, Agrowisata California Jadi Wisata Edukatif Favorit Keluarga
Museum di Sulawesi Tenggara perlahan bertransformasi. Penataan ruang yang lebih rapi, pencahayaan yang lebih baik, serta penyajian informasi yang lebih komunikatif membuat pengalaman berkunjung menjadi lebih nyaman.
Beberapa museum bahkan mulai memperhatikan aspek visual, seperti tata display koleksi yang lebih menarik dan sudut-sudut yang layak dijadikan latar foto. Meskipun belum sepenuhnya modern seperti di kota besar, perubahan ini cukup signifikan untuk menarik minat pengunjung baru.
Daftar Museum di Sultra yang Bisa Dikunjungi
Berikut beberapa museum yang dapat menjadi pilihan saat berada di Sulawesi Tenggara:
1. Museum Provinsi Sulawesi Tenggara (Kendari)
Museum ini menjadi pusat informasi sejarah dan budaya Sultra. Koleksinya mencakup benda etnografi, artefak sejarah, hingga dokumentasi perkembangan daerah. Spot menarik berupa miniatur rumah adat, koleksi pakaian tradisional, dan area display budaya lokal. Jam operasional mulai hari Senin-Jumat, pukul 08.00-16.00 WITA.
2. Museum Keraton Buton (Baubau)
Terletak di dalam kawasan Benteng Keraton Buton, museum ini menyimpan peninggalan Kesultanan Buton. Spot menarik yang bisa dijadikan tempat berfoto antara lain latar benteng batu, interior keraton, dan koleksi benda kerajaan. Pengunjung bisa datang setiap hari, pukul 08.00–17.00 WITA. HTM sekitar Rp5.000–Rp10.000
3. Museum Situs Liya Togo (Wakatobi)
Museum ini menyimpan jejak sejarah masyarakat Wakatobi, termasuk struktur pemukiman lama dan artefak budaya. Di dalam museum ada lanskap perkampungan tradisional dan benteng tua.
4. Museum Bharugano Wuna (Muna)
Museum ini baru saja direnovasi di tahun 2024 dan 2025 sehingga layak untuk dikunjungi. Museum lokal ini menyajikan berbagai lanskap dan benda yang memberikan penjelasan sejarah terkait budaya dan tradisi Kabupaten dan suku di Muna.
Aturan Penting Saat Berkunjung ke Museum
Agar pengalaman berkunjung tetap nyaman dan koleksi museum terjaga, ada beberapa aturan yang umumnya diterapkan:
Pengunjung biasanya tidak diperbolehkan menggunakan flash kamera karena dapat merusak koleksi tertentu. Selain itu, membawa makanan dan minuman ke dalam ruang pamer juga sering dibatasi.
Beberapa museum juga mengatur jarak aman antara pengunjung dan koleksi, sehingga penting untuk tidak menyentuh benda yang dipamerkan tanpa izin.
Rincian Harga Tiket Masuk (HTM) dan Reservasi
Sebagian besar museum di Sultra memiliki harga tiket yang sangat terjangkau, bahkan ada yang gratis untuk umum. Hal ini menjadikan museum sebagai destinasi wisata ramah budget.
Untuk kunjungan rombongan atau kegiatan edukasi, beberapa museum biasanya menyediakan layanan reservasi, meskipun masih dilakukan secara manual melalui pengelola setempat.
Baca juga: Mau Lihat Jejak Budaya dan Kearifan Lokal Muna? Ayomi ke Museum Bharugano Wuna
Akses Transportasi dan Rute Menuju Lokasi
Untuk museum di Kota Kendari, akses cukup mudah menggunakan kendaraan pribadi, ojek online, maupun taksi. Lokasinya berada di area yang masih terjangkau dari pusat kota.
Sementara untuk museum di luar Kendari, seperti Baubau atau Wakatobi, perjalanan membutuhkan moda transportasi tambahan seperti pesawat atau kapal laut, kemudian dilanjutkan dengan kendaraan darat. Disarankan untuk merencanakan perjalanan lebih awal, terutama jika mengunjungi museum di luar kota.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Riset Penulis