SULTRA - Masalah jalan rusak di Kendari masih menjadi keluhan yang sering disampaikan masyarakat. Lubang di badan jalan, aspal bergelombang hingga genangan air membuat sejumlah ruas jalan di ibu kota Provinsi Sulawesi Tenggara itu berpotensi membahayakan pengendara.
Kondisi jalan rusak di Kendari tidak hanya mengganggu kenyamanan berkendara, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas, terutama bagi pengguna sepeda motor. Beberapa ruas bahkan kerap menjadi sorotan warga karena kerusakannya sudah berlangsung cukup lama.
Selain faktor usia jalan, kerusakan infrastruktur ini juga dipengaruhi curah hujan tinggi, lalu lintas kendaraan berat, serta sistem drainase yang kurang optimal.
Daftar Jalan Rusak di Kendari yang Perlu Diwaspadai
Sejumlah ruas jalan di Kota Kendari diketahui mengalami kerusakan dengan berbagai kondisi, mulai dari berlubang hingga bergelombang. Beberapa di antaranya antara lain:
1. Jalan Kapten Piere Tendean (Kecamatan Baruga)
Ruas jalan ini menjadi salah satu akses utama menuju kawasan industri dan perumahan. Lubang di beberapa titik sering dikeluhkan pengendara karena dapat membahayakan terutama saat malam hari.
2. Jalan Made Sabara (Kecamatan Mandonga)
Sebagai salah satu jalur padat kendaraan, kerusakan aspal di jalan ini sering memicu perlambatan lalu lintas.
3. Jalan DI Panjaitan (Kecamatan Wua-Wua)
Di beberapa bagian jalan ditemukan permukaan aspal retak dan berlubang yang berpotensi menyebabkan kecelakaan.
4. Jalan Bunggasi (Poasia)
Ruas jalan ini kerap dikeluhkan warga karena kondisi aspal yang tidak rata dan mudah tergenang saat hujan.
5. Jalan Brigjen Katamso
Sebagian titik jalan mengalami kerusakan akibat intensitas kendaraan berat yang melintas setiap hari.
6. Jalan Malik Raya
Beberapa bagian jalan mengalami penurunan kualitas aspal sehingga muncul gelombang yang cukup mengganggu pengendara.
Baca juga: Sekitar 30 Kilometer Jalan Provinsi di Sultra Masuk Agenda Perbaikan 2026
Jalan Rusak di Sulawesi Tenggara Selain Kendari
Masalah infrastruktur jalan juga ditemukan di sejumlah daerah lain di Sulawesi Tenggara. Beberapa wilayah yang pernah dilaporkan memiliki ruas jalan rusak antara lain:
Kabupaten Muna
Beberapa ruas jalan penghubung antar kecamatan dilaporkan mengalami kerusakan akibat usia infrastruktur dan intensitas kendaraan logistik.
Kabupaten Buton
Kerusakan jalan di beberapa jalur penghubung desa sering dikeluhkan warga karena mempengaruhi mobilitas masyarakat.
Kabupaten Kolaka
Jalur transportasi menuju kawasan industri dan pelabuhan di beberapa titik mengalami kerusakan akibat beban kendaraan berat.
Kabupaten Konawe Selatan
Beberapa ruas jalan penghubung antar desa masih membutuhkan perbaikan untuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.
Penyebab Kerusakan Jalan di Kendari
Kerusakan jalan di Kendari umumnya disebabkan oleh beberapa faktor utama.
1. Curah Hujan Tinggi
Air hujan yang menggenang dapat merusak struktur aspal, terutama jika sistem drainase tidak bekerja dengan baik.
2. Beban Kendaraan Berat
Truk bermuatan besar yang sering melintas dapat mempercepat kerusakan jalan.
3. Usia Infrastruktur
Beberapa ruas jalan sudah digunakan dalam waktu lama sehingga kualitas aspal menurun.
4. Sistem Drainase Kurang Optimal
Air yang tidak mengalir dengan baik dapat mempercepat kerusakan lapisan jalan.
Baca juga: 5 Dampak Jalan Rusak yang Menggerus Roda Ekonomi Daerah
Dampak Jalan Rusak terhadap Keselamatan Pengendara
Kondisi jalan rusak tidak hanya berdampak pada kenyamanan berkendara, tetapi juga keselamatan pengguna jalan. Beberapa dampak yang sering terjadi antara lain meningkatnya risiko kecelakaan lalu lintas, kerusakan kendaraan akibat lubang jalan, kemacetan di titik jalan rusak, serta terganggunya mobilitas masyarakat.
Karena itu, masyarakat diimbau untuk lebih berhati-hati saat melintasi ruas jalan yang rusak, terutama pada malam hari atau saat hujan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Riset Penulis