Jumat, 20 FEBRUARI 2026 • 23:13 WIB

Doa Buka Puasa yang Shahih Beserta Artinya

Author

Ilustrasi orang berdoa. (Freepik/jcomp) (Mufida)

SULTRA - Membaca doa buka puasa menjadi amalan yang hampir selalu dilakukan umat Muslim saat Maghrib tiba di Bulan Ramadhan. Namun, tidak semua orang memahami perbedaan riwayat yang ada, mana yang shahih, dan kapan tepatnya doa tersebut dibaca. Artikel ini membahas doa buka puasa lengkap dengan tulisan Arab, latin, arti, serta penjelasan hadis dan adab berbuka sesuai sunnah Rasulullah.

Bacaan Doa Buka Puasa dalam Bahasa Arab

Salah satu doa berbuka yang diriwayatkan dalam hadis adalah:

ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ

Dzahaba zhama’u wabtallatil ‘uruqu wa tsabatal ajru insyaa Allah.

Artinya:
“Telah hilang rasa haus, urat-urat telah basah, dan pahala telah tetap, insya Allah.”

Baca juga: Sering Diabaikan, Berikut Niat Mandi Wajib yang Benar Sesuai Sunnah

Doa ini diriwayatkan dalam hadis Abu Dawud dan dinilai hasan oleh sejumlah ulama. Inilah bacaan yang banyak dianggap lebih kuat dari sisi riwayat.

Hadis tentang Doa Buka Puasa

Dalam hadis riwayat Abu Dawud disebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW ketika berbuka membaca doa tersebut setelah membatalkan puasanya. Hal ini menunjukkan bahwa doa diucapkan setelah benar-benar berbuka, bukan sebelum menyentuh makanan atau minuman.

Selain itu, terdapat hadis riwayat Ibnu Majah yang menyebutkan bahwa doa orang yang berpuasa saat berbuka tidak akan ditolak. Ini menjadi dasar kuat bahwa momen berbuka adalah waktu mustajab untuk berdoa.

Perbedaan Riwayat Doa “Allahumma Laka Shumtu” dan “Dzahaba Zhama’u”

Di masyarakat Indonesia, doa yang paling populer adalah:

“Allahumma laka shumtu wa bika aamantu wa ‘ala rizqika aftartu.”

Namun, riwayat ini dinilai lemah oleh sebagian ulama hadis karena sanadnya tidak sekuat riwayat “Dzahaba zhama’u”.

Baca juga: Niat Puasa Ramadhan yang Benar, Ini Penjelasannya

Meski demikian, kandungan maknanya tetap baik dan tidak bertentangan dengan ajaran Islam. Karena itu, banyak ulama membolehkan membacanya sebagai doa biasa, bukan sebagai hadis yang secara tegas dinisbatkan kepada Nabi. Sementara doa “Dzahaba zhama’u” memiliki sanad yang lebih kuat dan sering dijadikan rujukan utama dalam kajian fikih.

Waktu yang Tepat Membaca Doa Buka Puasa

Berdasarkan riwayat yang lebih shahih, doa dibaca setelah membatalkan puasa, yaitu setelah minum atau makan pertama saat Maghrib tiba.

Namun, secara umum umat Muslim juga dianjurkan memperbanyak doa menjelang waktu berbuka karena saat tersebut termasuk waktu mustajab. Artinya, seseorang boleh berdoa sebelum berbuka untuk memohon hajat pribadi, lalu membaca doa berbuka setelah membatalkan puasa.

Adab Berbuka Puasa Sesuai Sunnah

Rasulullah SAW mengajarkan beberapa adab saat berbuka:

  • Menyegerakan berbuka ketika waktu Maghrib tiba.
  • Membatalkan puasa dengan kurma segar, kurma kering, atau air jika tidak ada kurma.
  • Tidak berlebihan dalam makan dan minum.
  • Membaca doa dan bersyukur kepada Allah.

Menyegerakan berbuka ditegaskan dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim, bahwa manusia akan senantiasa dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka.

Dalam hadis juga disebutkan bahwa doa orang yang berpuasa ketika berbuka termasuk doa yang tidak tertolak. Ini menunjukkan bahwa waktu tersebut bukan hanya tentang menghilangkan lapar dan haus, tetapi juga momentum spiritual yang sangat kuat.

Karena itu, selain membaca doa buka puasa yang diajarkan, dianjurkan untuk memanfaatkan detik-detik sebelum dan sesudah berbuka dengan doa-doa pribadi, memohon ampunan, rezeki, dan kebaikan dunia akhirat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Hadits

Author

Mufida

Editor
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU