SULTRA - Kota Kendari memiliki beberapa tugu atau patung ikonik di beberapa lokasi yang memiliki makna tertentu. Keberadaan tugu di kota Kendari memiliki peran penting dalam membentuk identitas visual dan historis daerah. Tugu-tugu ini tidak sekadar elemen estetika ruang kota, tetapi juga merepresentasikan perjalanan sejarah, nilai budaya, serta semangat masyarakat Sulawesi Tenggara. Beberapa tugu bahkan menjadi penanda kawasan strategis dan ruang interaksi sosial, sekaligus daya tarik wisata lokal yang sering dijadikan titik temu dan latar dokumentasi aktivitas publik.
Pembangunan tugu di Kendari umumnya berkaitan dengan dua hal utama, yakni peringatan peristiwa penting dan penegasan identitas daerah. Seiring perkembangan kota, pemerintah daerah menggunakan tugu sebagai media simbolik untuk merepresentasikan nilai perjuangan, kekayaan budaya lokal, serta arah pembangunan kota. Sebagian tugu dibangun pada masa pascakemerdekaan, sementara lainnya muncul sebagai bagian dari penataan kota modern dan ruang publik.
Daftar Tugu Ikonik di Kota Kendari dan Maknanya
Tugu MTQ Kendari
Tugu MTQ dibangun sebagai penanda pentingnya nilai keagamaan dalam kehidupan masyarakat Kendari. Tugu ini berkaitan dengan penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Quran dan mencerminkan identitas religius daerah. Di sekitar tugu, pengunjung dapat menikmati ruang terbuka dan suasana kota yang relatif tenang, terutama pada sore hari.
Baca juga: Mengenal Tempat Ziarah di Kota Kendari yang Ramai Dikunjungi
Tugu Adipura Kendari
Tugu Adipura menjadi simbol pencapaian Kota Kendari dalam bidang kebersihan dan pengelolaan lingkungan perkotaan. Keberadaan tugu ini tidak hanya bersifat peringatan, tetapi juga sebagai pengingat komitmen pemerintah dan masyarakat terhadap tata kota yang bersih dan berkelanjutan. Area sekitarnya kerap dijadikan ruang singgah singkat dan latar foto.
Baca juga: Bukan Sekadar Benteng, Inilah Wisata Sejarah di Sulawesi Tenggara yang Membentuk Identitas Daerah
Patung Halu Oleo
Patung ini merupakan patung pahlawan yang berasal dari Sulawesi Tenggara yaitu Halu Oleo. Patung ini berada di Komando Resor Militer 143 atau sering disingkat Korem.
Patung Lulo
Patung ini berada di Taman Teratai di dekat Kendari Beach, area pariwisata pesisir. Patung ini berbentuk beberapa orang dengan pakaian adat Sulawesi sedang berpegangan tangan seperti sedang melakukan Tarian Molulo asal Kendari.
Tugu-tugu di Kendari berfungsi sebagai penanda ruang, penguat identitas lokal, sekaligus sarana edukasi sejarah bagi masyarakat dan pendatang. Meski tidak semuanya memiliki informasi tertulis yang memadai di lokasi, keberadaannya tetap berkontribusi dalam membangun citra kota dan memperkaya lanskap perkotaan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Riset Penulis