SULTRA - Keberadaan tempat ziarah di Kota Kendari menjadi bagian penting dari tradisi keagamaan sekaligus sejarah lokal. Ziarah tidak hanya ditujukan ke makam tokoh agama, tetapi juga ke makam para pahlawan yang berjasa bagi bangsa. Di Kendari, praktik ziarah berkembang sebagai bentuk penghormatan, refleksi spiritual, dan penguatan ingatan kolektif terhadap tokoh-tokoh yang membentuk identitas daerah.
Dalam Islam, ziarah kubur dianjurkan untuk mengingat kematian dan mendoakan orang yang telah wafat. Ziarah bertujuan menumbuhkan kesadaran spiritual, bukan untuk meminta pertolongan kepada yang telah meninggal. Praktik ini juga menjadi sarana mengambil pelajaran dari keteladanan hidup para tokoh agama dan pemimpin terdahulu.
Baca juga: Sejarah Singkat Kota Kendari: Dari Permukiman Pesisir hingga Menjadi Ibu Kota Sulawesi Tenggara
Masyarakat Kendari umumnya melakukan ziarah pada waktu tertentu seperti menjelang Ramadan, Idulfitri, atau hari besar nasional dan keagamaan. Ziarah dilakukan secara pribadi maupun bersama keluarga, termasuk kunjungan ke makam pahlawan pada peringatan Hari Pahlawan dan hari-hari nasional lainnya.
Daftar Tempat Ziarah di Kota Kendari
Makam Raja Lakidende (Puuwatu)
Makam Raja Lakidende menjadi salah satu tempat ziarah yang dikenal luas di Kendari. Raja Lakidende merupakan tokoh penting dalam sejarah masyarakat Tolaki dan dikenal sebagai pemimpin adat yang berpengaruh dalam pembentukan tatanan sosial dan nilai keagamaan di wilayah ini. Ziarah ke makam ini biasanya dilakukan sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah lokal.
Makam Raja Sao-Sao (Abeli)
Makam Raja Sao-Sao terletak di wilayah Abeli dan menjadi situs ziarah masyarakat setempat. Raja Sao-Sao dikenal sebagai tokoh pemerintahan tradisional yang memiliki peran penting sebelum masuknya sistem administrasi modern. Makam ini sering dikunjungi untuk mengenang jasa dan kepemimpinannya.
Kompleks Makam Tokoh Agama di TPU Punggolaka
TPU Punggolaka menjadi tempat peristirahatan terakhir sejumlah tokoh agama dan ulama lokal Kendari. Makam-makam ini mencerminkan sejarah dakwah Islam di kota ini dan sering diziarahi oleh masyarakat yang ingin mendoakan serta mengenang kontribusi para ulama dalam pembinaan umat.
Taman Makam Pahlawan Watubangga Kendari
Taman Makam Pahlawan Watubangga merupakan salah satu situs ziarah nasional di Kota Kendari. Lokasi ini menjadi tempat dimakamkannya para pahlawan dan pejuang yang gugur dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan dan pengabdian kepada negara. Selain sebagai tempat ziarah, TMP Watubangga juga berfungsi sebagai ruang edukasi sejarah, khususnya bagi pelajar dan generasi muda untuk memahami nilai perjuangan, patriotisme, dan pengorbanan.
Baca juga: Deretan Lapangan Olahraga di Kendari yang Bisa Diakses Publik, dari Gratis sampai Berbayar
Tokoh-tokoh yang dimakamkan di berbagai situs ziarah Kendari berasal dari latar belakang berbeda, mulai dari raja adat, ulama, hingga pahlawan nasional dan daerah. Keberadaan makam-makam ini menjadi penanda perjalanan sejarah Kota Kendari, baik dari sisi keagamaan, adat, maupun perjuangan kebangsaan.
Ziarah dapat dilakukan kapan saja, namun banyak masyarakat memilih hari Jumat, menjelang Ramadan, atau hari besar nasional. Yang terpenting adalah menjaga niat, adab, dan etika selama berziarah, termasuk menjaga kebersihan dan ketenangan lokasi makam.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Riset Penulis