Senin, 10 NOVEMBER 2025 • 20:55 WIB

Muna dan Buton: Ladang Produk Tandingan Penyokong Swasembada

Author

Ilustrasi hasil pangan. (Freepik/wirestock) (Mufida)

SULTRA - Di antara deretan pulau-pulau kecil di Sulawesi Tenggara, wilayah Muna dan Buton muncul sebagai episentrum harapan untuk penguatan ekonomi lokal dan swasembada komoditas unggulan. Kedua daerah ini bukan hanya mengandalkan satu atau dua hasil bumi melainkan memiliki sejumlah produk primadona yang dapat mengubah peta produksi daerah.

Salah satu komoditas unggulan yang mencuat adalah jambu mete. Pemerintah Provinsi Sultra melalui Dinas Perkebunan dan Hortikultura telah menetapkan mete sebagai salah satu tanaman unggulan pada 2025. Daerah-daerah seperti Muna dan Buton tercatat sebagai sentra utama produksi mete di provinsi itu.

Baca juga: Tanam Jagung Bareng Forkopimda, Kapolda Sultra Dorong Kemandirian Pangan di Konawe

Sementara itu, wilayah Muna juga dikenal sebagai penghasil jagung dan mete yang memiliki potensi besar dalam mendukung ketahanan pangan dan ekonomi keluarga. Studi menunjukkan bahwa jagung setempat dan mete lokal memiliki peluang untuk dikembangkan lebih serius.

Tak hanya itu, Buton dan sekitarnya turut menyumbang pada komoditas seperti kakao, kopi, kelapa, pala, dan lain-lain yang telah masuk dalam daftar komoditas unggulan Sultra.

Baca juga: Kendari Luncurkan Kios Pangan Digital, Strategi Baru Lawan Inflasi dan Jaga Harga Pangan

Muna dan Buton bisa menjadi kunci swasembada karena beberapa alasan, antara lain:

Lahan dan lingkungan mendukung

Tanah karst di Muna cocok untuk mete, dan wilayah perkebunan Buton sudah lama dikenal untuk kakao dan pala.

Keunggulan budaya produksi

Petani mete di Muna misalnya sudah memiliki tradisi panen dan pengolahan, sehingga tinggal ditingkatkan untuk nilai tambah ekspor.

Pasar ekspor terbuka

Mete Sultra sudah pernah menembus pasar ekspor seperti ke Vietnam, sehingga potensi untuk skala besar terbuka. 

Provinsi Sultra dan pemerintah daerah di Muna-Buton perlu mempercepat: pembaruan lahan, adopsi teknologi budidaya modern, pembangunan industri pengolahan lokal, serta memperkuat kelembagaan petani agar komoditas unggulan tidak hanya bertahan sebagai tanaman primadona tetapi menjadi sumber pendapatan berkelanjutan dan ikon swasembada daerah.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Riset Penulis

Author

Mufida

Editor
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU