Kamis, 23 OKTOBER 2025 • 09:49 WIB

7 Agenda Pariwisata Sultra 2026, Dari Mangrove Buton hingga Gelombang Wakatobi

Author

Festival Wowine, salah satu agenda pariwisata Sultra yang akan dilaksanakan tahun 2026. (Instagram/karismaeventnusantara) (Mufida)

SULTRA - Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) bersiap membuka lembaran baru pariwisata 2026 dengan peluncuran tujuh agenda utama yang disusun dalam konsep Wakatobi Beyond Seven Wonders. Strategi ini tidak hanya untuk memperkenalkan pesona alam dan budaya tiap daerah, tapi juga memperkuat konektivitas pariwisata di seluruh wilayah Sultra.

Wakil Gubernur Sultra, Ir. Hugua, menjelaskan bahwa pendekatan ini membagi provinsi menjadi delapan zona wisata dengan rincian satu kawasan utama yaitu Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Wakatobi, serta tujuh kawasan penyangga yang masing-masing punya festival unggulan.

Menariknya, rangkaian agenda ini akan diawali dengan Seminar Internasional bertema “Sustainable Tourism” di Kota Kendari pada awal 2026 sebagai simbol peluncuran resmi kalender pariwisata Sultra. Pemerintah juga menargetkan agar seluruh kegiatan dapat terdaftar dalam Kalender Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata RI, mengikuti jejak Wakatobi Wave dan Festival Wowine yang telah lebih dulu lolos kurasi nasional.

Berikut sembilan agenda wisata utama Sultra tahun 2026 beserta pesonanya:

1. Festival Buton
Berpusat di Keraton Baubau, festival ini melibatkan empat wilayah: Kota Baubau, Buton, Buton Tengah, dan Buton Selatan. Pengunjung akan disuguhkan parade budaya, upacara adat, dan pertunjukan seni klasik Kesultanan Buton yang menjadi ikon sejarah maritim Nusantara.

2. Festival Liangkabori Muna
Diselenggarakan di Kabupaten Muna dan Muna Barat, acara ini menyoroti situs prasejarah Liangkabori, gua bergambar kuno yang menjadi saksi peradaban awal Sulawesi. Festival menghadirkan pameran arkeologi, lomba seni lukis batu, dan pertunjukan tari tradisional Wuna.

3. Festival Rawa Aopa
Menggandeng wilayah Konawe Selatan, Bombana, dan sebagian Kota Kendari, festival ini berfokus pada Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai, salah satu lahan basah penting di Indonesia. Agenda meliputi jelajah ekowisata, observasi burung, serta pameran produk konservasi.

4. Festival Pulau Padamarang
Berlangsung di Kabupaten Kolaka, festival ini menyoroti keindahan bahari Pulau Padamarang serta destinasi sekitar seperti Pantai Tamborasi dan Danau Biru Kolaka Utara. Kegiatan meliputi lomba snorkeling, parade perahu nelayan, dan pameran hasil laut.

5. Festival Air Panas Wawolesea
Mencakup kawasan Konawe Utara dan Konawe, festival ini memperkenalkan wisata alam Air Panas Wawolesea dan pulau eksotis Labengki. Pengunjung dapat menikmati spa alami, pertunjukan budaya, dan bazar UMKM khas pesisir.

6. Festival Teluk Kendari dan Pulau Wawonii
Berfokus pada ibu kota provinsi, festival ini menampilkan keindahan Teluk Kendari yang menjadi ikon kota serta pesona bahari Pulau Wawonii di Konawe Kepulauan. Event ini menonjolkan parade perahu hias, lomba fotografi laut, dan kuliner pesisir.

7. Festival Mangrove Buton Utara
Mengangkat potensi kawasan mangrove terluas di Asia Tenggara, festival ini menjadi simbol komitmen Sultra terhadap wisata berkelanjutan. Aktivitas meliputi tur konservasi, penanaman pohon bakau, dan pameran ekonomi hijau.

8. Wakatobi Wave

Wakatobi Wave merupakan agenda pariwisata tahunan yang diadakan di Wakatobi. Tahun ini, Wakatobi Wave mengusung tema Discover The Colorful Paradise. Kegiatan utama yang paling banyak ditunggu wisatawan adalah pelepasan tukik penyu hijau ke laut, Lomba parade perahu hias, Kansoda'a, dan Fashion Show Tenun Wakatobi.

9. Festival Wowine

Sama seperti Wakatobi Wave, Festival Wowine juga diadakan di Wakatobi. Waktu pelaksanaannya biasanya sebelum Wakatobi Wave. Festival ini menyoroti peran perempuan pesisir. Kegiatan budaya yang menjadi sorotan utama adalah tradisi Hekente dan Kansoda'a. 

Dengan kalender pariwisata yang kini lebih terarah dan tematik, 2026 diyakini akan menjadi momentum kebangkitan sektor wisata Sulawesi Tenggara menuju panggung nasional.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara

Author

Mufida

Editor
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU