SULTRA - Buat warga Sulawesi Tenggara yang sudah ancang-ancang mau liburan akhir tahun, tapi masih bingung mau kemana, ada rekomendasi tempat wisata yang cocok untuk korang yaitu Desa Wisata Liangkabori! Desa Liangkabori adalah desa wisata di Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara. Desa ini adalah pilihan yang cocok untuk liburan akhir tahun karena bisami menjadi wisata alam sekaligus edukasi. Simakmi, apa saja kah yang bisa dilihat di Liangkabori?
Baca juga: Wagub Sultra Buka Festival Liangkabori: Warisan Leluhur Jadi Pusat Perhatian
Gua Liangkabori & Metanduno
Kita mulai perjalanan liburan dengan masuk ke Gua Liang Kabori. Di Gua ini, korang bisa mi lihat ribuan lukisan prasejarah yang masih bertahan sampai sekarang. Ada banyak goresan lukisan leluhur di dinding gua. Kalau kata warga Muna, lukisan-lukisan ini toh tentang kehidupan, perburuan, bahkan sampai kisah mistis zaman dahulu. Lukisan di dindingnya juga macam-macam, ada gambar manusia, hewan seperti rusa dan buaya, bahkan simbol-simbol yang nda diketahui apa maksudnya.
Gua Liang Kabori pasti akan bikin korang takjub dengan lukisannya. Wisata alamnya dapat, pelajaran sejarah juga dapat. Seru, toh?
Karst
Masih tentang wisata alam, sekarang kita keluar dari Gua. Destinasi lain yang nda kalah cantik adalah Kawasan Karst alias pemandangan tebing-tebing. Mantap sekali mi kalau ke tebing-tebing yang cantik, bahkan ada lukisan cadasnya juga di sini. Kawasan ini adalah kawasan pariwisata geoheritage. Keren, toh?
Baca juga: Baubau Sambut Kapal Pesiar Internasional, Sultra Siap Jadi Pusat Wisata Cruise Indonesia Timur
Kain Tenun dan Layangan
Selain lihat pemandangan alam dan sejarah, korang harus juga rasakan pengalaman secara budaya. Berkunjung ke Liangkabori berarti korang bisa menyaksikan langsung pembuatan kain tenun secara manual, nda pakai mesin. Pembuatannya toh masih pakai alat tenun kayu tradisional. Kalau korang ke sini, korang lihatmi kain tenun Liangkabori yang motif utamanya itu layang-layang purba. Cocokmi, sekalian untuk oleh-oleh.
Habis lihat kain tenun, korang juga bisa lihat Kaghati Kolope, layang-layang tradisional khas Muna yang usianya sudah hampir 9000 tahun! Bemana, mantap toh? Kaghati Kolope ini bukan cuman layang-layang de'ela, ini toh simbol kebudayaan, kejujuran, religiusitas, dan solidaritas. Inimi yang bikin kuat terus orang Muna.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara