Rabu, 20 AGUSTUS 2025 • 13:01 WIB

Bendungan Wawotobi Akan Disulap Jadi Alun-Alun Modern, Ikon Baru Konawe

Author

Ilustrasi alun-alun (Freepik/evening_tao) (Mufida)

SULTRA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Konawe terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan ruang publik representatif bagi masyarakat. Salah satu gagasan terbaru yang tengah digodok adalah rencana besar menyulap kawasan Bendungan Wawotobi menjadi sebuah alun-alun kota modern yang tak hanya megah, tetapi juga sarat dengan nuansa kearifan lokal.

Bupati Konawe, H. Yusran Akbar, ST, mengungkapkan wacana tersebut saat dirinya melakukan touring ke Bendungan Ameroro, Senin (18/8/2025). Menurutnya, keberadaan sebuah alun-alun kota sudah menjadi kebutuhan penting, seiring dengan pesatnya perkembangan Konawe sebagai salah satu pusat pertumbuhan baru di Provinsi Sulawesi Tenggara.

Baca juga: Pemprov Sultra Bangun Kawasan Kuliner Baru di Bundaran Kantor Gubernur, Tampung 65 Pedagang UMKM

Pembangunan alun-alun tersebut akan dikerjakan secara kolaboratif dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) sebagai mitra teknis. Kawasan yang selama ini identik dengan fungsi irigasi akan ditransformasi menjadi ruang terbuka hijau yang nyaman dan estetis. Berbagai fasilitas publik akan disediakan, mulai dari jogging track, taman bermain anak, panggung terbuka, hingga sentra UMKM lokal untuk mendukung ekonomi masyarakat.

Bupati Yusran juga menegaskan bahwa kawasan ini akan dibuka untuk umum setiap hari hingga pukul 18.00 WITA, dan selanjutnya akan ditutup demi menjaga keamanan, kebersihan, serta ketertiban. 

Baca juga: Baubau Sambut Kapal Pesiar Internasional, Sultra Siap Jadi Pusat Wisata Cruise Indonesia Timur

Tak hanya itu, Pemkab Konawe juga menyiapkan sebuah Monumen Kalosara sebagai ikon budaya daerah. Monumen tersebut akan berdiri megah di area berdekatan dengan alun-alun. Dengan ketinggian mencapai 37 meter dan diameter 80 meter, monumen ini dirancang terdiri atas landasan setinggi 2 meter dan bangunan utama 35 meter. Jika rampung, Monumen Kalosara akan menjadi salah satu monumen budaya terbesar di Sulawesi Tenggara, sekaligus simbol identitas masyarakat Konawe.

Rencana besar ini diharapkan bukan hanya menghadirkan destinasi baru yang ikonik bagi Konawe, melainkan juga menjadi ruang publik yang memperkuat kebersamaan, memperkaya interaksi sosial, serta menghidupkan kembali nilai-nilai budaya lokal dalam wajah pembangunan modern.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Pemkab Konawe

Author

Mufida

Editor
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU