SULTRA - Kendari mengalami perubahan suhu yang cukup drastis antara siang dan malam. Di siang hari, suhu bisa mencapai 33°C, sementara malam hari turun hingga 20°C. Perbedaan suhu ini menurut BMKG dapat berdampak pada daya tahan tubuh masyarakat.
Koordinator Observasi dan Informasi BMKG Maritim Kendari, Faizal Habibie, menjelaskan bahwa suhu dingin malam hari terjadi akibat minimnya tutupan awan. Kondisi langit yang cerah membuat panas dari permukaan bumi langsung menguap ke atmosfer, menyebabkan suhu turun drastis saat malam.
"Karena tidak ada awan yang menahan panas di malam hari, suhu bisa turun hingga 20 derajat. Ini sering terjadi pada musim kemarau," jelasnya, Sabtu (19/7/2025).
Baca juga: Pengurus DWP Kota Kendari Dikukuhkan, Sekda dan Ketua DWP Sultra Tekankan Peran Strategis Istri ASN
BMKG pun mengingatkan warga untuk menjaga kesehatan dengan cara sederhana namun penting, seperti memperbanyak minum air putih di siang hari dan membatasi aktivitas malam hari saat suhu mulai turun.
Menurut Faizal, fenomena ini akan terus berlanjut dan bahkan bisa semakin ekstrem memasuki puncak musim kemarau yang diperkirakan terjadi antara Agustus hingga Oktober 2025. Suhu minimum bisa semakin rendah seiring berjalannya waktu.
Baca juga: Polsek Watubangga Tangkap 2 Pencuri Sapi di Kolaka
Dengan pola suhu yang tidak menentu, BMKG mengajak masyarakat Kendari untuk lebih peka terhadap cuaca dan menjaga kesehatan selama musim kemarau berlangsung. Adaptasi tubuh adalah kunci. Perubahan suhu ini bisa menurunkan imunitas, jadi masyarakat Kendari harus waspada agar tidak mudah terserang penyakit.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: BMKG