Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Minggu, 17 MEI 2026 • 21:37 WIB

Lagu Shake The Ground dari Kendari Bawa Genre Indo Bounce Makin Dilirik

Lagu Shake The Ground dari Kendari Bawa Genre Indo Bounce Makin DilirikIlustrasi studio musik. (Freepik/DC Studio) (Mufida)

SULTRA - Lagu Shake The Ground yang dibawakan oleh Vyto Noise bersama tiga rekannya mulai mendapat perhatian penikmat EDM lokal maupun luar daerah setelah dirilis di sejumlah platform musik daring. Karya tersebut hadir dengan sentuhan genre indo bounce, salah satu aliran musik elektronik yang tengah berkembang di Indonesia.

Kehadiran Shake The Ground sekaligus memperlihatkan bagaimana musisi daerah mulai berani menghadirkan karya orisinal dengan identitas sendiri, bukan sekadar remix lagu populer yang selama ini mendominasi dunia DJ. 

Dibuat oleh Empat Talenta Musik Elektronik Asal Kendari

Lagu Shake The Ground digarap oleh empat pelaku musik elektronik asal Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, yakni:

  • Vyto Noise
  • THUNDER Boy
  • MATTHEW
  • MC Sadega

Vyto Noise dikenal sebagai resident DJ di D’Liquid Claro Hotel Kendari, sementara THUNDER Boy aktif sebagai resident DJ Michelin Kendari. Di sisi lain, MATTHEW berperan sebagai produser musik dan MC Sadega mengisi bagian MC performance yang memperkuat nuansa energetic dalam lagu tersebut.

Kolaborasi mereka menghadirkan kombinasi beat elektronik modern dengan karakter khas indo bounce yang identik dengan tempo cepat, bass kuat, dan atmosfer festival.

Baca juga: Bangga! Album IQRO Raim Laode Melejit ke Puncak Spotify Indonesia

Makna Lagu Shake The Ground

Judul Shake The Ground dipilih untuk menggambarkan energi musik yang mampu “mengguncang” suasana dance floor. Menurut Vyto Noise, konsep lagu tersebut memang dibuat agar pendengar langsung merasakan ledakan energi ketika melodi utama mulai dimainkan.

Karakter itu terlihat dari:

  • Ketukan bass yang dominan
  • Build-up cepat
  • Drop elektronik yang agresif
  • Sentuhan vocal hype khas musik klub

Genre indo bounce sendiri saat ini semakin populer di Indonesia karena dianggap mudah diterima berbagai kalangan, terutama penikmat musik hiburan malam dan festival elektronik.

Proses Produksi Memakan Waktu Dua Bulan

Di balik nuansa enerjik lagu tersebut, proses produksinya ternyata tidak singkat. Tim mengaku menghadapi sejumlah tantangan, terutama pada tahap:

  • Rekaman vokal
  • Penyusunan melodi
  • Mixing
  • Mastering audio

Meski begitu, keseluruhan produksi akhirnya berhasil diselesaikan dalam waktu sekitar dua bulan.

Baca juga: Mengenal 6 Alat Musik Tradisional Sulawesi Tenggara

Salah satu hal yang menjadi perhatian dalam proyek ini adalah penggunaan materi musik yang benar-benar dibuat dari awal. Mereka menegaskan bahwa Shake The Ground merupakan lagu orisinal, bukan hasil remix atau sampling dari lagu lain.

Langkah tersebut dinilai cukup berani di tengah tren musik elektronik yang saat ini banyak bergantung pada remix lagu viral demi mengejar algoritma media sosial lebih cepat daripada mengejar kualitas musiknya sendiri.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Instagram

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Lagu Shake The Ground dari Kendari Bawa Genre Indo Bounce Makin Dilirik

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!