Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Selasa, 24 MARET 2026 • 21:09 WIB

Wacana Sekolah Online Kembali Muncul, Menuai Kontra dari Orang Tua

Wacana Sekolah Online Kembali Muncul, Menuai Kontra dari Orang TuaIlustrasi sekolah online. (Freepik) (Mufida)

SULTRA - Munculnya kembali wacana sekolah online memicu beragam respons dari masyarakat. Setelah pengalaman pembelajaran jarak jauh selama pandemi, banyak pihak kini lebih kritis dalam menilai efektivitas sistem pendidikan berbasis daring.

Sebagian melihatnya sebagai inovasi yang relevan dengan perkembangan teknologi, namun tidak sedikit yang menilai bahwa sekolah online masih menyisakan banyak persoalan mendasar.

Baca juga: Libur Sekolah Hampir Usai! Ini Rekomendasi Toko Buku dan Peralatan Sekolah di Kendari

Apa Itu Sekolah Online?

Sekolah online merujuk pada sistem pembelajaran yang dilakukan secara daring menggunakan platform digital, tanpa kehadiran fisik di ruang kelas.

Model ini biasanya memanfaatkan aplikasi video conference seperti Zoom dan Google Meet, platform e-learning, hingga materi digital interaktif. Dalam teori, konsep ini menawarkan fleksibilitas. Tapi, praktiknya tidak selalu semulus yang dibayangkan.

Alasan Wacana Ini Kembali Muncul

Akhir-akhir ini, terdapat rumor bahwa sekolah online akan kembali diaktifkan, entah untuk alasan apa. Beberapa faktor yang mendorong munculnya kembali wacana ini antara lain:

  • Perkembangan teknologi digital
  • Kebutuhan fleksibilitas dalam belajar
  • Upaya efisiensi biaya operasional pendidikan
  • Pengalaman selama pandemi COVID-19
  • Efisiensi

Namun, pengalaman tersebut juga menjadi alasan utama munculnya kritik.

Kontra dari Masyarakat terhadap Sekolah Online

Tidak semua pihak menyambut wacana ini dengan antusias. Kontra yang dilontarkan masyarakat, khususnya orang tua, dilatarbelakangi oleh beberapa faktor.

1. Efektivitas Pembelajaran Dinilai Menurun
Banyak orang tua dan siswa merasa bahwa pemahaman materi saat pembelajaran online tidak sebaik saat tatap muka.

Beberapa kendala yang sering muncul:

  • Sulit fokus
  • Interaksi terbatas
  • Kurangnya pengawasan langsung

2. Ketimpangan Akses Teknologi

Tidak semua siswa memiliki akses yang sama terhadap perangkat dan internet. Masalah yang sering terjadi adalah jaringan internet tidak stabil, keterbatasan perangkat (HP/laptop), serta biaya kuota yang tinggi. Ini membuat sekolah online berpotensi memperlebar kesenjangan pendidikan.

3. Beban Orang Tua Bertambah

Selama pembelajaran daring, banyak orang tua harus ikut terlibat lebih aktif.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Riset Penulis

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Wacana Sekolah Online Kembali Muncul, Menuai Kontra dari Orang Tua

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!