Ilustrasi bertamu saat lebaran. (Freepik) (Mufida)
SULTRA - Momentum Idul Fitri identik dengan silaturahmi ke rumah keluarga, kerabat, dan tetangga. Namun, di balik tradisi tersebut, ada adab bertamu saat lebaran yang perlu diperhatikan agar kunjungan tidak justru menjadi beban bagi tuan rumah. Etika ini tidak hanya berdasarkan norma sosial, tetapi juga diajarkan dalam Islam sebagai bagian dari akhlak yang baik.
Menjaga adab saat bertamu menjadi hal penting agar silaturahmi tetap membawa kebaikan, bukan sekadar formalitas tahunan.
Lebaran bukan hanya soal datang dan berkumpul, tetapi juga tentang bagaimana seseorang menjaga sikap dan perilaku. Dalam Islam, silaturahmi memiliki nilai ibadah, sehingga adab dalam melakukannya tidak boleh diabaikan.
Bertamu dengan etika yang baik mencerminkan penghormatan kepada tuan rumah sekaligus menjaga hubungan tetap harmonis.
Salah satu adab bertamu saat lebaran yang sering diabaikan adalah soal waktu. Tidak semua jam cocok untuk berkunjung.
Hindari datang terlalu pagi sebelum tuan rumah siap, atau terlalu siang saat waktu istirahat. Memilih waktu yang tepat menunjukkan empati terhadap kondisi tuan rumah.
Baca juga: Dari Sholat Id hingga Sungkeman, Ini Tradisi dan Kegiatan Seru Saat Lebaran
Saat bertamu, dianjurkan untuk berpakaian rapi dan sopan. Selain itu, mengucapkan salam sebelum masuk rumah menjadi adab utama dalam Islam.
Menunggu izin sebelum masuk juga penting, karena tidak semua tuan rumah siap menerima tamu secara langsung.
Ucapan seperti “Taqabbalallahu minna wa minkum” menjadi bagian dari tradisi sekaligus doa. Ucapan ini bukan sekadar formalitas, tetapi harapan agar amal ibadah selama Ramadan diterima oleh Allah SWT.
Saat berada di rumah orang lain, penting untuk menjaga pandangan dan tidak melihat hal-hal yang bersifat pribadi.
Menghormati privasi tuan rumah adalah bagian dari adab yang sering dianggap kecil, padahal sangat penting.
Apa pun yang disajikan oleh tuan rumah sebaiknya dihargai. Tidak mencela makanan adalah bentuk sopan santun dasar yang sering kali dilupakan.
Jika tidak bisa menghabiskan, cukup ambil secukupnya sejak awal. Lebih baik begitu daripada mengambil banyak lalu tidak dimakan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Riset Penulis