Walikota Kendari dalam event Expo Ekraf di Anjungan Teluk Kendari. (Dok. Pemkot Kendari) (Mufida)
SULTRA - Anjungan Teluk Kendari kembali ramai setelah bertahun-tahun menjadi ruang publik yang nyaris tak tersentuh. Sabtu malam, 6 Desember 2025, kawasan tersebut menjadi pusat perhatian warga ketika Expo Ekraf dan UMKM 2025 resmi dimulai dengan pembukaan oleh Wali Kota Kendari, dr. Hj. Siska Karina Imran, SKM.
Rangkaian acara malam itu tidak hanya menandai dimulainya kegiatan pameran, tetapi juga menunjukkan komitmen kuat pemerintah daerah dalam menghidupkan kembali ruang publik yang sempat kehilangan fungsinya. Sejumlah pejabat hadir, mulai dari Wakil Wali Kota Kendari Sudirman, Sekda Kota Kendari Amir Hasan, para asisten, kepala OPD, hingga camat dan lurah.
Dalam sambutannya, Wali Kota menyoroti perubahan suasana Anjungan Teluk Kendari. Ia mengingatkan bagaimana tempat tersebut dulu jarang didatangi warga, bahkan nyaris tak ada kegiatan komunitas maupun ekonomi. Menurutnya, kerja keras Perumda bersama berbagai pihak akhirnya mampu mengembalikan karakter kawasan itu sebagai ruang berkumpul masyarakat.
Baca juga: Ratusan Perempuan UMKM Kendari Ikut Penguatan Bisnis di Gelaran PKU Akbar PNM 2025
Transformasi itu dipandang sebagai langkah penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Expo Ekraf dan UMKM 2025 bukan sekadar pameran, tetapi wadah bagi pelaku usaha kecil untuk memperlihatkan kemampuan mereka bersaing di pasar yang semakin terbuka. Wali Kota menegaskan bahwa Kota Kendari membutuhkan kegiatan semacam ini untuk menciptakan sirkulasi ekonomi yang lebih hidup.
Ia juga menekankan pentingnya kualitas. Produk UMKM yang ditawarkan harus mampu memenuhi kebutuhan masyarakat tanpa mengabaikan standar. Menu kuliner, kerajinan, hingga produk kreatif lainnya diharapkan dapat memberi pengalaman yang menyenangkan bagi pengunjung. Bagi Wali Kota, menciptakan ruang belanja dan rekreasi yang ramah adalah bagian dari membangun kota yang lebih hidup.
Lebih dari sekadar perputaran ekonomi, Expo Ekraf 2025 menjadi ajang untuk memperkuat sektor ekonomi kreatif. Pemkot Kendari ingin menjadikan wilayahnya sebagai ekosistem yang mendukung inovasi, kreativitas, dan kolaborasi. Pengembangan ekonomi kreatif dianggap dapat memperluas peluang kerja serta meningkatkan daya saing daerah.
Baca juga: Puncak Wakila Bersiap Gelar Festival Akhir Tahun di Desa Kondongia
Pendekatan lintas sektor yang diterapkan dalam penyelenggaraan expo juga menjadi kunci. Pemerintah berharap kerja sama antara instansi, pelaku usaha, komunitas, dan masyarakat dapat menciptakan lahan pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan. Dengan memanfaatkan ruang publik seperti Anjungan Teluk Kendari, berbagai kegiatan ekonomi dapat disatukan dengan aktivitas wisata, hiburan, dan gaya hidup masyarakat urban.
Hadirnya expo ini juga menjadi sinyal bahwa pemulihan ekonomi tidak hanya bertumpu pada angka statistik, tetapi pada bagaimana ruang kota dimanfaatkan untuk menggerakkan usaha kecil. Ketika UMKM diberi tempat yang layak, mereka bukan hanya menjual produk, tetapi turut membangun identitas Kota Kendari.
Expo Ekraf dan UMKM 2025 dipandang sebagai permulaan. Pemerintah berkomitmen untuk terus memperbanyak ruang berinteraksi, ruang usaha, dan ruang tumbuh bagi masyarakat. Anjungan Teluk Kendari kini bukan lagi area kosong yang dihindari, melainkan destinasi baru yang mulai hidup kembali berkat gerakan bersama pelaku ekonomi kreatif.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Pemkot Kendari