Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Selasa, 11 NOVEMBER 2025 • 20:03 WIB

Menelusuri Warisan Perjuangan di Buton dan Baubau

Menelusuri Warisan Perjuangan di Buton dan BaubauIlustrasi benteng bersejarah. (Freepik/travel-photography) (Mufida)

SULTRAKetika berbicara tentang sejarah perjuangan bangsa, nama Sulawesi Tenggara (Sultra) mungkin jarang muncul di halaman pertama buku pelajaran. Namun, di balik tenangnya laut dan hijaunya perbukitan, tersimpan jejak para pahlawan yang berjuang mempertahankan harga diri bangsa dengan cara mereka sendiri. Jejak mereka masih ada hingga saat ini, berupa tempat yang menyaksikan perjuangan dan kelahiran mereka. 

Benteng Keraton Buton
Di jantung Kota Baubau, berdiri Benteng Keraton Buton, situs bersejarah yang kini diakui dunia sebagai salah satu benteng terluas di dunia. Dulu, di balik dinding batu kapur setebal beberapa meter ini, Sultan Himayatuddin Muhammad Saidi atau yang dikenal sebagai Oputa Yi Koo mengatur strategi melawan kolonial Belanda. Perjuangannya tak hanya soal kekuasaan, tetapi simbol kemandirian rakyat Buton yang menolak tunduk pada penjajahan.

Baca juga: Bunga Tabebuya Putih Mekar, Benteng Wolio Semakin Instagramable!

Kini, kawasan itu menjadi tempat napak tilas para pelajar dan wisatawan. Di dalamnya masih berdiri Masjid Agung Keraton Buton, tempat Sultan dan para prajuritnya berdoa sebelum berangkat ke medan perlawanan. Setiap tahun, masyarakat Baubau mengenang jasa Oputa Yi Koo dalam berbagai ritual budaya dan ziarah.

Rumah Jasin di Baubau
Beralih ke sudut lain Sultra, di Baubau pula, berdiri rumah tua sederhana yang pernah menjadi tempat kelahiran Komjen Pol (Purn) Moehammad Jasin. Dialah tokoh yang kelak dikenal sebagai Bapak Brimob Indonesia karena perannya membentuk Polisi Istimewa yang menjadi cikal bakal Brigade Mobil.

Rumah kelahirannya kini dijadikan situs sejarah kecil yang dikelola oleh masyarakat setempat. Setiap peringatan Hari Pahlawan, warga dan pelajar datang membawa bunga dan bendera merah putih sebagai simbol penghormatan. Di dinding rumah itu, terpampang foto Jasin muda dengan seragamnya, seakan menjadi pengingat bahwa perjuangan bisa lahir dari ruang sederhana.

Baca juga: Dua Pahlawan dari Sultra: Sultan Buton yang Melawan dan Polisi Pendiri Brimob

Selain dua figur besar itu, di beberapa wilayah lain Sultra seperti Kendari, Muna, Kolaka, dan Konawe masih ditemukan peninggalan para pejuang lokal yang melawan penjajah dan memperjuangkan kemerdekaan di level daerah. Banyak dari mereka tidak tercatat dalam buku sejarah nasional, namun kisahnya hidup dalam tutur masyarakat.

Di beberapa desa, batu nisan tua, bekas benteng penjagaan, hingga peluru karat masih ditemukan. Pemerintah daerah bersama Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XIX Sulawesi terus melakukan upaya pendataan dan konservasi agar jejak tersebut tak hilang ditelan waktu.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Riset Penulis

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Menelusuri Warisan Perjuangan di Buton dan Baubau

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!