Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Kamis, 23 OKTOBER 2025 • 10:04 WIB

Bunga Tabebuya Putih Mekar, Benteng Wolio Semakin Instagramable!

Bunga Tabebuya Putih Mekar, Benteng Wolio Semakin Instagramable!Bunga Tabebuya merah muda dan putih yang mempercantik pemandangan di Benteng Wolio. (Instagram/waode_rasmi) (Mufida)

SULTRA - Salah satu warisan budaya terbesar di Indonesia, Benteng Wolio, kini tampil dengan nuansa baru yang menawan. Di antara tembok batu dan gerbang tua sisa Kesultanan Buton, pohon tabebuya dan pohon bungur berbunga mekar di sepanjang jalur menuju benteng, menciptakan suasana yang mirip dengan musim sakura di Jepang.

Area benteng yang dikenal sebagai benteng terluas di dunia dengan luas mencapai sekitar 23.375 hektar dan keliling tembok ± 2.740 meter. Menjelang musim bunga, pengunjung dan warga setempat menyoroti betapa perubahan lanskap ini memberi sentuhan visual baru yang sangat berbeda dari gambaran benteng bersejarah yang selama ini identik dengan batu dan kanon.

Baca juga: Festival Film Benteng Wolio 2025 Siap Digelar, Tampilkan Puluhan Karya Sineas Nusantara

Secara historis, Benteng Wolio dibangun pada abad ke-16 di atas Bukit Wolio, Kota Baubau sebagai pusat pertahanan Kesultanan Buton. Kini, selain warisan arsitektur dan sejarahnya yang kokoh, benteng tersebut diberdayakan sebagai destinasi wisata dengan panorama yang lebih lembut: antara lain lorong-lorong yang dihiasi bunga, titik pandang ke Kota Baubau, dan kesempatan foto yang sangat Instagramable.

Bunga Tabebuya Putih Mekar, Benteng Wolio Semakin Instagramable!Bunga tabebuya putih di Benteng Wolio. (Instagram/waode_rasmi) (Mufida)

Menurut catatan wisata, pohon tabebuya (atau bunga pynnara) dan pohon bungur memang banyak ditanam di kawasan Baubau sebagai bagian dari penghijauan dan estetika kota. Namun di kawasan benteng, kehadirannya justru mengubah suasana secara drastis sehingga banyak pengunjung datang untuk menyaksikan “musim mekarnya”.

Baca juga: Baubau Tuntaskan Strategi Pengembangan Heritage, Siapkan Benteng Wolio Menuju UNESCO

Meskipun demikian, belum ada rilis resmi dari Pemerintah Kota Baubau atau Dinas Pariwisata yang secara khusus menyoroti program estetika bunga di Benteng Wolio sebagai bagian dari penataan lanskap wisata. Bagi kalian yang tertarik mengunjungi, waktu terbaik adalah di pagi hari, saat cuaca belum terik. 

Dengan nuansa seperti ini, Benteng Wolio bukan hanya relevan sebagai situs sejarah tetapi juga sebagai ruang estetika baru yang memadukan alam, budaya, dan fotografi, sebuah kombinasi yang sangat digemari generasi muda dan wisatawan pencari keindahan visual.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Instagram

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Bunga Tabebuya Putih Mekar, Benteng Wolio Semakin Instagramable!

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!