Generasi muda Baubau bersatu dalam komunitas 'Baubau Membaca'. (Instagram/baubau.membaca_) (Naaifah)
SULTRA - Kota Baubau semakin sosoito karena mengukuhkan dirinya sebagai pusat gerakan literasi dengan lahirnya komunitas “Baubau Membaca” yang resmi diperkenalkan di kawasan Kotamara. Komunitas ini ternyata lahir berkat kerja sama antara Taman Baca Sangia Yi Gola dan organisasi mahasiswa DURASI UM Buton, dengan tujuan merangkul komunitas literasi yang tersebar di seluruh penjuru kota.
La Randi, Ketua Taman Baca Sangia Yi Gola, mengungkapkan kalau yang bikin dia bentuk komunitas adalah semangatnya untuk satukan energi anak muda, khususnya dalam hal membaca. Buat dia, membaca bukan hanya sekadar kegiatan, melainkan bagian penting dalam merawat peradaban.
Baca juga: Taman Baca Sangia Yi Gola Bawa Nama Sultra ke Panggung Literasi Nasional
Dukungan juga mengalir dari berbagai tokoh muda. Jessy Muthia Ayu, Ketua DURASI UM Buton sekaligus Duta Bahasa Sultra 2025, menilai Baubau Membaca sebagai ruang yang mencerminkan kreativitas dan kepedulian generasi muda terhadap masa depan kota. Senada dengan itu, Hendri Kusuma Wardani, Pemuda Pelopor Kota Baubau 2025, menekankan bahwa literasi adalah investasi jangka panjang untuk membentuk karakter dan memperluas cakrawala pengetahuan.
“Dari Baubau, kami ingin menyalakan cahaya literasi agar masyarakat semakin cerdas, berdaya, dan siap menghadapi tantangan zaman,” ungkap Hendri penuh optimisme.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Instagram/baubau.membaca_