Senin, 01 JUNI 2026 • 07:00 WIB

Menkopolkam dan Mendagri Dengarkan Kisah Siswa Sekolah Rakyat Kendari

Author

Menkopolkam dan Mendagri tinjau sekolah rakyat di Kendari bersama Walikota Kendari dan Gubernur Sultra. (Dok. Pemkot Kendari) (Mufida)

SULTRA - Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 25 Kendari kembali menjadi sorotan setelah dikunjungi Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago bersama Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian, Sabtu (30/5/2026). Kunjungan tersebut memperlihatkan secara langsung dampak program Sekolah Rakyat yang ditujukan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Di hadapan para menteri dan pejabat daerah, siswa maupun orang tua menyampaikan berbagai perubahan yang mereka rasakan sejak mengikuti pendidikan berasrama tersebut. Mulai dari peningkatan kedisiplinan, semangat belajar, hingga tumbuhnya cita-cita yang sebelumnya sulit dibayangkan.

Baca juga: Simak Lokasi, Fasilitas, dan Syarat Masuk Sekolah Rakyat di Sulawesi Tenggara

Menko Polkam Pilih Dengarkan Langsung Cerita Orang Tua dan Siswa

Dalam kunjungan tersebut, Djamari Chaniago tidak hanya meninjau fasilitas sekolah. Ia juga menyempatkan diri berdialog langsung dengan siswa dan orang tua untuk mengetahui manfaat program yang digagas Presiden Prabowo Subianto tersebut.

Menko Polkam mengatakan dirinya ingin memastikan bahwa keberadaan Sekolah Rakyat benar-benar memberikan dampak positif bagi keluarga yang selama ini menghadapi keterbatasan ekonomi dalam mengakses pendidikan berkualitas. Dari hasil dialog tersebut, banyak orang tua mengaku melihat perubahan nyata pada anak-anak mereka setelah mengikuti pendidikan di SRMP 25 Kendari.

Menurut Djamari, sejumlah siswa kini lebih disiplin, lebih rajin menjalankan ibadah, dan mulai memiliki tujuan hidup yang lebih jelas.

Baca juga: Sekolah Rakyat Kendari: Proyek Ratusan Miliar Untuk Sekolah Gratis

Sekolah Rakyat Dinilai Tak Hanya Memberikan Pendidikan Gratis

Djamari menegaskan bahwa Sekolah Rakyat bukan sekadar program pendidikan tanpa biaya. Lebih dari itu, sekolah berasrama tersebut dirancang untuk membentuk karakter, menumbuhkan kemandirian, dan meningkatkan kepercayaan diri anak-anak dari keluarga prasejahtera.

Ia juga memberikan motivasi kepada para siswa agar berani memiliki cita-cita besar meski berasal dari keluarga sederhana. Dalam dialog tersebut, beberapa siswa bahkan menyampaikan impian mereka untuk menjadi dokter hingga menjelajahi luar angkasa. Menurutnya, keberanian bermimpi menjadi modal penting bagi generasi muda untuk mengubah masa depan. 

Fatimah Ingin Jadi Dokter dan Membanggakan Orang Tua

Salah satu kisah yang menarik perhatian dalam kunjungan itu datang dari Fatimah, siswi SRMP 25 Kendari. Sebagai anak pertama dari tiga bersaudara, Fatimah mengaku kondisi ekonomi keluarganya membuat kesempatan untuk mengenyam pendidikan yang lebih baik menjadi terbatas. Namun keberadaan Sekolah Rakyat membuka jalan baru baginya.

Ia mengatakan seluruh fasilitas pendidikan yang diperoleh melalui program tersebut membuatnya bisa tetap bersekolah dan mengejar cita-cita. Kini, Fatimah memiliki impian untuk menjadi dokter dan membanggakan kedua orang tuanya.

Cerita seperti Fatimah menjadi gambaran bagaimana program pendidikan berbasis asrama dapat memberikan harapan baru bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Orang Tua Rasakan Perubahan Sikap Anak

Manfaat Sekolah Rakyat tidak hanya dirasakan siswa, tetapi juga keluarga mereka. Salah satu orang tua siswa, Andi Azril, mengaku program tersebut sangat membantu keluarga yang selama ini menghadapi keterbatasan biaya pendidikan.

Ia menilai perubahan paling terlihat terjadi pada perilaku anaknya. Menurutnya, anak yang sebelumnya sulit diatur kini menjadi lebih disiplin dan menunjukkan perkembangan yang positif setelah mendapat pendampingan dari guru dan wali asrama.

Perubahan tersebut menjadi alasan mengapa banyak orang tua mendukung keberlanjutan program Sekolah Rakyat di Kendari.

Kemampuan Akademik dan Prestasi Siswa Terus Meningkat

Kepala SRMP 25 Kendari, Ferdinand Boonde, menjelaskan bahwa perkembangan siswa tidak hanya terlihat dari sisi karakter, tetapi juga kemampuan akademik. Saat ini sekolah tersebut memiliki 49 siswa yang berasal dari berbagai latar belakang keluarga. Ferdinand mengungkapkan bahwa beberapa peserta didik sebelumnya mengalami kesulitan membaca dan berhitung. Namun melalui pendampingan yang dilakukan secara intensif, kemampuan mereka terus mengalami peningkatan.

Selain akademik, sejumlah siswa juga mulai menunjukkan prestasi di bidang olahraga. Beberapa peserta didik berhasil meraih medali dalam kejuaraan silat dan taekwondo meski baru menjalani latihan selama beberapa bulan.

Menurut Ferdinand, capaian tersebut semakin memperkuat keyakinan bahwa pendidikan dapat menjadi jalan efektif untuk memutus rantai kemiskinan.

Pemkot Kendari Siapkan Gedung Permanen untuk Sekolah Rakyat

Dalam kunjungan tersebut, Wali Kota Kendari Siska Karina Imran turut mendampingi rombongan meninjau fasilitas pendidikan dan asrama siswa. Pemerintah Kota Kendari juga telah menyiapkan lahan untuk pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat. Fasilitas baru tersebut ditargetkan mampu menampung hingga 270 siswa untuk jenjang SD, SMP, dan SMA pada tahun ajaran mendatang.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu di Kota Kendari.

Kunjungan para pejabat pusat dan daerah ditutup dengan penyerahan sejumlah bantuan kepada pihak sekolah. Menko Polkam menyerahkan bantuan berupa kulkas, dispenser, dan perlengkapan olahraga yang akan digunakan untuk mendukung aktivitas siswa di lingkungan asrama. Sementara itu, Gubernur Sulawesi Tenggara Andi Sumangerukka memberikan bantuan beasiswa kepada para siswa sebagai bentuk dukungan terhadap keberlanjutan pendidikan mereka.

Sekolah Rakyat Jadi Harapan Baru bagi Anak Keluarga Prasejahtera

Keberadaan Sekolah Rakyat di Kendari mulai menunjukkan dampak yang dirasakan langsung oleh siswa maupun orang tua. Tidak hanya membuka akses pendidikan yang lebih layak, program ini juga membantu membangun karakter, meningkatkan kemampuan akademik, dan menumbuhkan kepercayaan diri anak-anak yang sebelumnya memiliki keterbatasan kesempatan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Pemkot Kendari

Author

Mufida

Editor
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU