Jumat, 27 FEBRUARI 2026 • 12:56 WIB

Hindari Macet! Ini Titik Padat Mudik di Sulawesi Tenggara

Author

Ilustrasi kemacetan di jalan raya. (Freepik/lifeforstock) (Mufida)

SULTRA - Lonjakan kendaraan tiap musim Lebaran membuat titik rawan kemacetan saat arus mudik di Sultra selalu jadi perhatian pemudik. Volume kendaraan meningkat drastis, terutama H-7 hingga H-1 Lebaran dan saat arus balik. Jalur utama antarkabupaten, akses menuju pelabuhan, hingga pintu masuk kota besar seperti Kendari sering berubah jadi lautan kendaraan. Tanpa perencanaan matang, perjalanan yang seharusnya lancar bisa berubah jadi berjam-jam di balik setir. 

1. Daftar Titik Rawan Macet di Sultra

A. Kota Kendari

Beberapa titik di Kendari hampir selalu mengalami perlambatan signifikan saat mudik:

Baca juga: Ramadhan Makin Tertib! Rekayasa Lalu Lintas di Kendari Dilakukan di Kawasan Eks MTQ

Bundaran Pesawat
Simpul pertemuan kendaraan dari arah Anduonohu, Wuawua, dan pusat kota. Volume kendaraan meningkat tajam menjelang sore hingga malam.

Jalan Brigjen M. Yoenoes - Akses ke Pelabuhan Nusantara Kendari
Arus kendaraan menuju pelabuhan sering menumpuk, terutama penumpang kapal yang berangkat ke Raha atau Baubau.

Pasar Baruga dan sekitarnya
Aktivitas pasar tumpah menjelang Lebaran mempersempit badan jalan.

B. Kabupaten Konawe Selatan (Konsel)

Konawe Selatan menjadi jalur lintas utama kendaraan dari arah Kolaka menuju Kendari. Beberapa titik di Konawe Selatan juga mengalami kemacetan pada saat menjelang mudik.

Simpang Tiga Motaha
Pertemuan arus kendaraan logistik dan pemudik. Kerap terjadi antrean panjang.

Jalan Poros Andoolo - Palangga
Jalur utama antarwilayah yang sering dipadati kendaraan pribadi dan bus.

C. Kabupaten Kolaka

Kolaka dianggap sebagai penghubung penting jalur barat di Sulawesi Tenggara. Terdapat dua titik utama yang rawan kemacetan menjelang mudik di Kolaka, yakni di Pelabuhan Kolaka dan Jalan Poros Kolaka.

Pelabuhan Kolaka
Antrean kendaraan roda empat dan roda dua menuju kapal penyeberangan sangat padat pada H-3 hingga H-1.

Jalan Poros Kolaka - Pomalaa
Aktivitas industri dan kendaraan berat memperparah kepadatan saat arus mudik. 

2. Penyebab Kemacetan Saat Arus Mudik

Jalan utama bisa menjadi macet saat arus mudik karena banyak hal, salah satunya adalah pertemuan arus kendaraan di persimpangan besar. Mudik merupakan momen semua masyarakat ingin pulang ke kampung halaman sehingga jalanan menjadi padat. Selain jalan utama, pasar juga tumpah pengunjung menjelang Lebaran. Semua keluarga berbondong-bondong belanja untuk budaya makan-makan saat lebaran.

Faktor lainnya antara lain antrean kendaraan menuju pelabuhan, perbaikan jalan di jalur poros antar kabupaten, kendaraan berat yang tetap beroperasi, dan kondisi geografis yang didominasi jalan dua lajur tanpa pembatas. Kondisi ini membuat proses penyalipan berisiko dan memperlambat laju kendaraan.

3. Waktu Puncak Kepadatan Lalu Lintas

Berdasarkan pola tahun sebelumnya, kepadatan di Sulawesi Tenggara biasanya terjadi pada:

  • H-7 hingga H-3 Lebaran: Mulai terjadi peningkatan signifikan.
  • H-2 dan H-1 Lebaran: Puncak arus mudik darat dan laut.
  • Arus balik H+3 hingga H+7: Kendaraan kembali menumpuk menuju Kendari.
  • Untuk penyeberangan laut, waktu paling padat biasanya sore hingga malam hari (16.00–22.00 WITA), H-3 sampai H-1 Lebaran, lalu arus balik pagi hari sekitar pukul 08.00–11.00. Penumpang kapal di Pelabuhan Kendari dan Kolaka sering mengalami antrean panjang kendaraan masuk kapal pada jam-jam tersebut.

Baca juga: THR Siap Dibagikan? Intip Jadwal Penukaran Uang Baru di BI Sultra

4. Jalur Alternatif yang Bisa Dipilih

Agar tidak terjebak di titik rawan kemacetan saat arus mudik, beberapa opsi alternatif bisa dipertimbangkan:

  • Menghindari jalur pusat kota Kendari dan memilih jalur lingkar luar jika memungkinkan.
  • Berangkat lebih pagi, sekitar pukul 04.30–06.30 WITA, saat arus belum terlalu padat.
  • Menghindari jadwal kapal sore hari dan memilih keberangkatan pagi atau siang awal.
  • Menggunakan aplikasi navigasi untuk memantau kondisi lalu lintas real-time.

5. Rekayasa Lalu Lintas Saat Mudik

Biasanya pihak kepolisian dan Dinas Perhubungan menerapkan beberapa strategi, namun efektivitasnya tetap bergantung pada kepatuhan pengguna jalan. Strategi yang sering dijalankan seperti:

  • Sistem buka tutup di jalur tertentu
  • Pengaturan arus kendaraan di simpang padat
  • Penempatan personel di titik pasar tumpah
  • Pembatasan kendaraan berat pada waktu tertentu

6. Tips Menghindari Kemacetan di Sultra

Beberapa langkah sederhana bisa membantu perjalanan lebih lancar:

  • Cek kondisi kendaraan sebelum berangkat.
  • Isi bahan bakar lebih awal, jangan menunggu indikator hampir habis.
  • Hindari berangkat pada H-1 jika tidak mendesak.
  • Siapkan bekal makanan dan air minum jika harus antre di pelabuhan.
  • Pantau informasi resmi dari kepolisian atau Dishub setempat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Riset Penulis

Author

Mufida

Editor
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU