Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Selasa, 26 AGUSTUS 2025 • 17:04 WIB

Pemkot Kendari Perkuat Sinergi Lintas Sektor, Targetkan Prevalensi Stunting Turun Jadi 18,8% di 2025

Pemkot Kendari Perkuat Sinergi Lintas Sektor, Targetkan Prevalensi Stunting Turun Jadi 18,8% di 2025Rapat TPPS Kota Kendari. (Dok. Pemkot Kendari) (Mufida)

SULTRA - Upaya percepatan penurunan stunting di Kota Kendari kembali ditekankan dalam Rapat Advokasi Program Bangga Kencana yang digelar bersama Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) di Hotel Zahra Kendari, Selasa (26/9/2025).

Kegiatan tersebut dibuka oleh Asisten III Pemkot Kendari, Imran Ismail, yang hadir mewakili Sekretaris Daerah. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa stunting tidak hanya sekadar isu kesehatan, melainkan persoalan masa depan generasi Kendari yang harus ditangani secara serius dan berkesinambungan.

Baca juga: Gerakan Makan Ikan di Kendari Diperkuat untuk Tekan Angka Stunting

Meski angka prevalensi berhasil turun dari 25,7% pada 2023 menjadi 24,4% di 2024, ia mengingatkan bahwa perjuangan masih panjang. Karena itu, diperlukan strategi yang tepat serta kolaborasi nyata dari seluruh pihak.

Pemkot Kendari selama ini telah mengoptimalkan intervensi spesifik berupa pemberian makanan tambahan bagi ibu hamil dan balita, peningkatan kualitas layanan kesehatan di puskesmas serta posyandu, hingga intervensi sensitif berupa penyediaan sanitasi, air bersih, dan edukasi keluarga. Peran aktif perangkat daerah, mulai dari Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Dinas PUPR, Dinas Sosial, Dinas Ketahanan Pangan, camat, dan lurah, disebut sangat krusial agar program benar-benar menyentuh masyarakat.

Baca juga: Kendari Siapkan 3 Lahan untuk SPPG, Target Atasi Masalah Gizi di Sultra

Sementara itu, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan KB Kota Kendari, Jahudding, menjelaskan bahwa Wali Kota Kendari menempatkan isu stunting sebagai prioritas pembangunan. Tahun ini, Pemkot meluncurkan Gerakan Orangtua Cegah Stunting (Genting) yang menyasar 1.018 keluarga berisiko. Program ini dikawal dengan evaluasi rutin, penyusunan tindak lanjut, serta kesepakatan peran antar-stakeholder.

Sebagai wujud komitmen, Pemkot Kendari juga menyalurkan IUD Kit dan Implant Kit kepada lima fasilitas kesehatan, yakni Puskesmas Benu-Benua, Klinik Korem, RS Antero Hamra, Faskes Mandiri Kartini, dan Bidan Hartini. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat layanan kesehatan reproduksi dan program keluarga berencana.

Rapat ini turut dihadiri Ketua Tim Penggerak PKK Kota Kendari, Kepala Bappeda Provinsi Sultra, para kepala OPD terkait, camat, lurah, kepala puskesmas, hingga mitra kerja lainnya, yang bersama-sama meneguhkan komitmen untuk mempercepat penurunan angka stunting di Kendari.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Pemkot Kendari

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Pemkot Kendari Perkuat Sinergi Lintas Sektor, Targetkan Prevalensi Stunting Turun Jadi 18,8% di 2025

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!